Pasca Penertiban Paket Wisata, wisman China ke Bali Turun 60%

Penertiban paket wisata murah dari China ke Bali mengakibatkan penurunan angka kunjungan dari negeri itu hingga 60%.
Ema Sukarelawanto | 26 November 2018 14:00 WIB
Turis China - Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Penertiban paket wisata murah dari China ke Bali mengakibatkan penurunan angka kunjungan dari negeri itu hingga 60%.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan telah memprediksi hal tersebut dan mengupayakan berbagai hal antisipasi.

“Penurunanan ini tidak akan lama, awalnya diperkirakan hingga 6 bulan, tetapi tergantung dari upaya kita bersama untuk melakukan promosi ke China,” katanya, Senin (26/11/2018).

Menurut Partha Adnyana atau akrab disapa Gus Agung penurunan kunjugan wisatawan Chian ini hanya sementara, kendati jumlahnya cukup besar yakni berkisar 60%.

Kata dia prosesntase itu memang menunjukkan jumlah wisatawan China yang selama ini memanfaatkan imimgi-iming paket murah yang kemudian populer dengan istilah ‘jual beli kepala’ atau ‘zero dollar tour’.

Ia optimistis kunjungan wisatawan asal China bakal kembali normal dan menduduki peringkat atas jumlah wisman yang masuk ke Bali.

Gus Agung menyebut para pemangku kepentingan pariwisata bersama Pemprov Bali telah berupaya untuk melakukan promosi dengan baik dan mengkondisikan agar bisa meraih wisatawan berkualitas untuk Bali.

Konsul Jenderal China di Bali Gou Haodong mengatakan siap membantu dan mendorong promosi pariwisata bali ke China. Bahkan dia menawarkan jasa gratis untuk memberikian saran dan masukan jika Bali membuat buku panduan untuk wisatawan China.

“Isi buku promosi bagi wisatawan China sangat lain dengan wisatawan dari negara lain, kami bisa memberikan masukan tentang apa yang diinginkan wisatawan dari negeri kami,” katanya, saat bertemu dengan sejumlah seniman.

Ia mencontohkan pelaksanaan dari konsep Trihita Karana perlu ditunjukkan kepada wisatawan China. Ia menginginkan wisatawan tidak diberikan tontonan seni budaya di temnpat komersial, melainkan langsung di desa tempat kesenian itu berasal.

Kata dia selain merasakan keaslian dan kedekatan dengan penduduk setempat, keuntungan secara ekonomi bisa dinikmati langsung oleh masyarakat.

Oleh karena itu, model desa wisata dirasakan sangat cocok, karena wisatawan langsung ke destinasi, terlebih lagi jika bisa menyaksikan aktivitas adat atau keagamaan yang asli.

Untuk oleh-oleh dari Bali, Gou mengatakan masyarakat di negerinya juga menyukai karya seni seperti lukisna dan patung. Meskuipun seni rupa sudah sangat maju di China, karya seniman dari Bali tentu memiliki daya tarik dengan gaya dan konten masing-masing.

Pasca penertiban paket wisata murah dari China, ia berharap kunjungan wisatawan bisa normal kembali. Ia berjanji membantu Bali untuk pemulihan yang lebih cepat, apalagi sebentar lagi Tahun Baru Masehi dan Imlek (5 Februari).

Tag : pariwisata bali, turis china
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top