Jumlah Investor Saham di BEI Tembus 800.000 SID

Jumlah investor saham terus menunjukkan peningkatan sejak kampanye "Yuk Nabung Saham" diluncurkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tiga tahun lalu.
Emanuel B. Caesario | 22 November 2018 10:35 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah investor saham terus menunjukkan peningkatan sejak kampanye "Yuk Nabung Saham" diluncurkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tiga tahun lalu. 
 
Sepanjang 2018, jumlah investor baru saham di BEI telah mencapai 200.935 Single Investor Identification (SID).

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total jumlah investor saham di BEI telah mencapai 829.426 SID per 19 November 2018. Jumlah tersebut meningkat 31,97% dibandingkan capaian tahun lalu, yang sebanyak 628.491 SID.
 
“Jumlah investor baru saham di BEI ini adalah pertumbuhan yang tertinggi sejak 38 tahun diresmikannya kembali pasar modal Indonesia,” ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam keterangan resmi, Kamis (22/11/2018).
 
Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan perdagangan oleh Perwakilan Galeri Investasi BEI dalam rangka "Pencapaian Pertumbuhan 200.000 Investor Saham Pada Tahun 2018" dan "Galeri Investasi Award 2018" di Main Hall BEI, Kamis (22/11).
 
Pada kesempatan ini, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga memberikan penghargaan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai perusahaan tercatat dengan penambahan investor karyawan tertinggi pada 2018. 
 
Sepanjang tahun ini, sekurang-kurangnya 35.000 karyawan BRI telah menjadi investor aktif di pasar modal Indonesia.
 
Adapun program kampanye "Yuk Nabung Saham" diluncurkan pada 12 November 2015. Selama 3 tahun terakhir, tercatat ada penambahan 395.319 SID atau hampir 2 kali lipat investor saham BEI sebelum kampanye tersebut diluncurkan, yang jumlahnya 434.107 SID.
 
Sampai akhir Oktober 2018, rata-rata investor aktif per bulan juga meningkat menjadi 126.240 SID atau naik 27,8% dibandingkan rata-rata investor aktif per bulan pada 2017 yang sebesar 98.718 SID. 
 
Jumlah investor aktif per bulan juga meningkat 114% per 31 Oktober 2018, jika dibandingkan rata-rata investor aktif per bulan pada 2015 yang jumlahnya hanya 58.970 SID. Pertumbuhan jumlah investor baru pun rata-rata melampaui 19.000 SID baru setiap bulannya. 
 
Inarno menuturkan perkembangan ini didukung oleh intensifnya edukasi dan sosialisasi pasar modal, yang jumlahnya mencapai 5.027 kegiatan sepanjang tahun ini. Edukasi tidak hanya dilakukan di kantor pusat dan kantor perwakilan BEI, tetapi juga di lokasi yang menjadi target pertumbuhan jumlah investor. 
 
Selain itu, BEI fokus meningkatkan jumlah kegiatan non reguler yang bersifat inklusi seperti melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Non Reguler yang melibatkan karyawan perusahaan tercatat.
 
Per Oktober 2018, 18 perusahaan tercatat sudah melakukan rangkaian kegiatan edukasi pasar modal kepada karyawannya mulai dari Sekolah Pasar Modal, Forum Calon Investor, Forum Investor, dan Edukasi Publik.
 
Para emiten tersebut yaitu PT XL Axiata Tbk., PT Gudang Garam Tbk.,  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT Panin Financial Tbk., PT MNC Internasional Tbk., PT Adi Sarana Armada Tbk., PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.

Kemudian, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT Buyung Poetra Sembada Tbk., PT Clipan Finance Indonesia Tbk., PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk., PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk., PT Mandom Indonesia Tbk., dan BRI.
 
BEI bersama dengan OJK juga melakukan kegiatan literasi pasar modal, salah satunya dalam kegiatan Indonesia Investment Festival (INVESTIVAL).
 
Kegiatan Sekolah Pasar Modal Non Reguler yang diselenggarakan di sepanjang tahun ini telah berhasil menambah 4.987 SID. Sementara itu, kegiatan pameran berhasil meningkatkan 1.306 SID baru, edukasi publik 2.204 SID baru, dan edukasi publik syariah 215 SID baru.
 
SID baru terbanyak disumbangkan Sekolah Pasar Modal Reguler dengan 29.582 SID. Adapun kegiatan Forum Calon Investor menyumbang 12.842 SID baru.

Tag : bursa efek indonesia, investor saham
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top