Our Ocean Conference 2018 Usai, Indonesia Jalin Sejumlah Kesepakatan Bilateral

Indonesia menjalin sejumlah diskusi dan kerja sama bilateral dengan sejumlah negara peserta Our Ocean Conference yang dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2018 di Bali.
Juli Etha Ramaida Manalu | 01 November 2018 20:32 WIB
Dua delegasi berbincang di sekitar tempat berlangsungnya Our Ocean Conference (OOC) 2018, di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menjalin sejumlah diskusi dan kerja sama bilateral dengan sejumlah negara peserta Our Ocean Conference yang dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2018 di Bali.

Sejumlah kerja sama tersebut disepakati sebelum dan pada saat berlangsungnya OOC 2018. Kerja sama yang terjalin antara Indonesia dengan negara-negara peserta OOC mencakup sejumlah isu yang terkait dengan kelautan dan perikanan.

Berikut sejumlah isu yang dibahas dan kerja sama yang berhasil dijalin oleh Indonesia dengan sejumlah negara berdasarkan keterangan resmi yang didapat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Indonesia-Uni Eropa:

- Pembahasasn isu terkait single use plastic

Indonesia menyambut baik gagasan single use plastic sebagai upaya penanggulangan marine debris.

- Pembahasan terkait hasil circular economy seminar yang dilaksanakan di Jakarta

-Diskusi terkait kerja sama dalam pemberantasan Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan Transnational Organized Fisheries Crime (TOFC),

-Platform IOTC untuk mendorong traceability dan monitoring,

-Perdagangan bilateral dan regional produk perikanan Indonesia dengan Uni Eropa.

Indonesia secara khusus mendorong agar Uni Eropa membuka akses pasar bagi produk perikanan Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Indonesia dalam pemberantasan IUU Fishing. Sebaliknya, Uni Eropa juga mengharapkan dukungan Indonesia terhadap upaya yang dilakukan dalam pemberantasan IUU Fishing ditingkat regional dan global.

Indonesia-Norwegia, Herald T. Nesvik

-Diskusi terkait IUU Fishing dan fisheries related crimes, terutama mengenai efektivitas implementasi Port State Measure Agreement (PSMA) dalam upaya mengurangi IUU Fishing.

-Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) Kerja Sama Kelautan dan Perikanan RI-Norwegia. Selanjutnya, akan dilakukan capacity building untuk perikanan dan akuakultur berkelanjutan, termasuk di dalamnya full technical assistance terkait pengelolaan KJA Offshore.

Indonesia- Jepang

-Membahas isu terkini IUU Fishing dan upaya bersama yang telah dilakukan, meliputi transhipment dan security issue dalam implementasi PSMA. Pada kesempatan ini, Menteri Susi mengapresiasi kerja sama dengan Jepang di Natuna dan mengharapkan dapat kembali bekerja sama melalui hibah kapal (used) patroli.

-Menteri Susi juga menyambut baik program kerja sama lainnya dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.

Indonesia-Amerika

- Membahas isu terkini dalam upaya pemberantasan IUUF secara global, terutama di negara-negara Afrika guna mendorong kerja sama dengan Global Fishing Watch (GFW) dan Indonesia melalui Joint Communique on Combating IUUF and Promoting Sustainable Fisheries.

-Membahas implementasi PSMA, bantuan technical assistance dan teknologi under water sound, penugasan ekspertis/jurnalis ahli untuk penyusunan buku investigasi IUUF, bantuan kapal patroli untuk KKP, serta kemungkinan kerja sama terkait penanganan Marine Debris.

Indonesia-Mozambik

-Membahas permasalahan yang dihadapi kedua negara terutama pengelolaan sustainable fisheries dan penanganan IUU Fishing melalui peningkatan kapasitas SDM.

Mozambik mempelajari tentang perikanan budidaya dan perikanan yang berkelanjutan melalui kerja sama triangular. Saat ini, telah diinisiasi kerja sama triangular oleh USAID. Menteri Susi menyarankan Mozambik untuk bergabung dengan GFW untuk mengawasi kapal perikanan. Kedua menteri kemudian menandatangani naskah Memorandum of Understanding Kerja Sama Kelautan dan Perikanan RI-Mozambik.

Indonesia-Chile

-Membahas perkembangan kebijakan dan ekonomi umun negara masing-masing, meliputi tindak lanjut kesepakatan IC CEPA

-Membahas penyelenggaraan ASEAN Summit, kesiapan Chile bergabung dalam ASEAN Regional Forum (ARF),

-Deklarasi Bersama Menteri (Ministerial Declaration) terkait Transnational Organized Fisheries Crime (TFOC), hingga permasalahan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

-Indonesia mendorong kedua belah pihak untuk menjajaki kerja sama adanya hak-hak laut (ocean rights).

-Dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding Kerja Sama Perikanan dan Budidaya RI-Chile.

Indonesia-Fiji

-Pembahasan terkait aksi nyata pemberantasan IUU Fishing dan transshipment, sistem pemantauan dan monitoring kapal perikanan serta tantangan yang  dihadapi dari masing-masing pihak.

Indonesia-Polandia

-Membahas isu mengenai upaya pemberantasan IUU Fishing dan tantangannya di tingkat global. -Membahas rencana kerja sama dalam pembuatan kapal multipurpose KKP. Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan hosting OOC 2018, pemerintah Polandia akan segera menyampaikan desain kapal tersebut beserta financing scheme-nya dalam waktu 2 minggu ke depan.

 

Indonesia -Timor Leste

-Pertemuan ini membahas tentang keberlanjutan dari program capacity building dalam bentuk pelatihan, pendidikan dan technical assistance terkait perikanan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Susi menekankan pentingnya implementasi Joint Communique pemberantasan IUU Fishing yang telah ditandatangani RI-Timor-Leste.

Indonesia-Zanzibar

-Membahas rencana penandatangan MoU Kerja Sama Kelautan dan Perikanan, Joint Communique on IUU Fishing serta dukungan dalam Ministerial Declaration on TOFC.

Indonesia-Panama

-Membahas berbagai isu terkait kasus IUU Fishing yang marak terjadi di perairan global termasuk kerja sama sharing best practices

-Membahas transparasi data melalui GFW serta menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk pelestarian sumber daya di laut.

-Indonesia berharap Panama dapat mendukung Ministerial Declaration on TOFC.

-Panama juga menawarkan diri untuk menjadi host OOC pada tahun 2021 setelah Palau.

Indonesia-New Caledonia

-Membahas IUU Fishing dan banyaknya Anak Buah Kapal (ABK) di wilayah New Calidonia, -- - Mengajak New Caledonia mewujudkan pemberantasan IUU fishing dan sustainable fisheries.  - - Menyarankan agar New Caledonia bergabung dengan GFW demi mendapat informasi terkait pergerakan kapal-kapal di wilayahnya.

-Mengajak New Caledonia bergabung dalam Ministerial Decalaration on TOFC bersama 14 negara lainnya.

Indonesia-Namibia

-Membahas isu-isu terkini terkait praktik IUU Fishing dan transshipment di wilayah ZEE.

- Menteri Susi mengajak Namibia untuk bersama-sama melawan TOFC yang semakin merusak kelestarian laut.

-Menyepakati penyusunan draf Joint Communique untuk pertukaran informasi terkait kapal terduga IUU Fishing.  

-Melakukan penandatanganan Plan of Action for the Implementation of Memorandum of Understanding on Marine Affairs and Fisheries Cooperation RI-Namibia.

Tag : maritim, our ocean conference 2018
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top