Sinergi Dunia Usaha Tingkatkan Ekspor Ikan dan Hasil Laut

Langkah pemerintah menempatkan sektor kemaritiman sebagai salah satu program utama dan fokus pembangunan selain infrastruktur adalah sangat tepat.
Mia Chitra Dinisari | 31 Oktober 2018 13:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah pemerintah menempatkan sektor kemaritiman sebagai salah satu program utama dan fokus pembangunan selain infrastruktur adalah sangat tepat.

Agar ikan dan hasil laut Indonesia memiliki daya saing eksport yang tinggi sekaligus dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional, pemerintah harus dapat mensinergikan semua dunia usaha dan masyarakat nelayan yang selama ini menggeluti bisnis di bidang perikanan dan kelautan.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pembangunan Kemaritiman "Pilar Baru Kedaulatan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan program Magister Ilmu Adminstrasi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional (Unas) Jakarta, di kampus Unas, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (31/10) pagi.

"Pembangunan di sektor kemaritiman harusnya diikuti dengan meningkatkan daya saing di sektor perikanan. Karena itu pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah harusnya dapat meningkatkan sinergi dengan seluruh stake holder pelaku bisnis ikan dan hasil laut, termasuk dengan para nelayan kecil. Sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam meningkatkan daya saing ekpsor di bidang perikanan dan hasil laut. Hasil ekspornya juga dapat dinikmati oleh mereka semua termasuk nelayan-nelayan kecil,” tutur Ketua Tim Hibah Penelitian Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT)  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Dr Rusman Ghazali dalam siaran persnya.

Menurut Rusman, sejumlah negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan bahkan Jepang, yang dulu menjadikan produk perikanan sebagai keunggulan dalam meraih devisa melalui pariwisata, sekarang justru mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku karena minimnya pasokan.

Kekosongan bahan baku ekspor ikan di negara-negara tetangga itu, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah kita dengan meningkatkan eksport ikan dan hasil laut kita. Apalagi di beberapa daerah di luar negeri, ikan dan hasil laut menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakatnya. Sehingga kebutuhan akan ketersediaan ikan dan hasil laut lainnya menjadi sangat tinggi.

“Inilah pasar ekspor yang harus digarap dengan serius karena kita punya pasokan yang tidak terbatas. Laut kita luas. Dan harus melibatkan semua stake holder industri perikanan dan kelautan. Termasuk memperhatikan kemampuan para nelayan kecil. Inilah saatinya sektor perikanan menjadi leading sektor sekaligus dapat terus meningkatkan eksportnya,” tegas Rusman.

Pengurus Koperasi Mina Rizki Abadi, Supardi Adi mengatakan industri perikanan harus menjadi skala prioritas ekspor karena bahan bakunya lokal dan tidak diimpor. Sementara potensi ikannya luar biasa besar di tanah air.

Dosen Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Chairil Abdini mengingatkan, peningkatan dan peningkatan daya saing sektor pembangunan maritim harus dibarengi dengan pengelolaan sumber daya secara berkesinambunga dan berkelanjutan.

“Pengembangan teknologi dan peningkatan inovasi merupakan syarat untuk mewujudkan pembangunan maritim Indonesia lebih unggul,” tegas Chairil.

Dia mengatakan penyediaan dan percepatan pembangunan sektor kemaritiman antara lain dapat dilakukan melalui peningkatan sistem logistik nasional serta pengembangan sistem transportasi poros maritim yang terpadu.

Para pembicara dan peserta yang hadir dalam seminar tersebut juga membahas mengenai data Badan Pusat Statistik (BPS), dimana neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2018 sudah mengalami defisit 3,78 miliar dollar AS.

Pada periode tersebut, surplus hanya terjadi pada bulan Maret, Juni, dan September, sementara pada bulan-bulan lainnya defisit. Itu berarti defisit transaksi berjalan merupakan persoalan serius. Semua pembicara dan peserta diskusi sepakat, defisit neraca perdagangan berjalan itu, dapat ditutupi, salah satunya lewat peningkatan daya saing eksport bidang perikanan dan hasil laut.Agar semua pelaku bisnis perikanan dan hasil laut sejahtera, kesejahtera mereka harus diperhatikan oleh pemerintah.

Tag : maritim
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top