Bank Dunia Luncurkan GriF untuk Atasi Risiko Bencana Alam

Bank Dunia bekerjasama dengan Pemerintah Jerman dan Inggris mengumumkan Global Risk Financial Stability (GRiF) senilai US$145 juta (sekitar Rp2,2 triliun) untuk membantu negara-negara mengelola dampak keuangan dari kejutan perubahan iklim dan bahaya alam terinduksi (natural hazard-induced).
Dwi Nicken Tari | 12 Oktober 2018 17:02 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva (kiri) mendengarkan paparan Sekjen PBB Antonio Guterres (kanan) sebelum meninjau lokasi terdampak gempa dan tsunami Palu, di Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, BADUNG — Bank Dunia bekerjasama dengan Pemerintah Jerman dan Inggris mengumumkan Global Risk Financial Stability (GRiF) senilai US$145 juta (sekitar Rp2,2 triliun) untuk membantu negara-negara mengelola dampak keuangan dari kejutan perubahan iklim dan bahaya alam terinduksi (natural hazard-induced).

Adapun fasilitas baru tersebut diluncurkan dalam Annual Meeting IMF—WBG 2018 di Bali yang dihadiri oleh perwakilan senior Bank Dunia serta pemerintahan Jerman dan Inggris dengan bantuan dari perwakilan negara-negara anggota Vulnerable 20 (V20).

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva menyampaikan, bencana alam akan mendorong 26 juta jiwa menuju kemiskinan setiap tahun karena masyarakat kesulitan dengan dampak ekonomi akibat gempa, badai, banjir, dan bencana lainnya

“Kita tidak bisa menghentikan kejadian tersebut, tapi kita dapat membantu negara-negara dengan asuransi atau pendanaan risiko, sehingga masyarakat lebih cepat membangun ulang,” ujarnya, Jumat (12/10/2018).

Adapun pendanaan risiko dan mekanisme asuransi nantinya dapat membantu pemerintah mendapatkan pendanaan ketika terjadi musibah atau bencana, sambil mempromosikan kesiapan yang lebih baik dan pengurangan risiko.

Selanjutnya, dalam lima tahun ke depan, GRiF akan memberikan pendanaan untuk mengatur mekanisme untuk program asuransi bencana nasional yang dapat membantu mengalirkan dana kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

“Fasilitas baru ini akan membantu pemerintah mengakses risiko pendanaan dan solusi asuransi untuk mengerahkan respons yang efektif dan bersiap lebih baik untuk kejutan iklim dan bencana,” kata Parliamentary State Secretary Jerman Norbert Barthle.

Adapun GRiF juga akan menyediakan bantuan teknikal untuk mengembangkan, mencoba, mengukur, dan meningkatkan solusi keuangan. Untuk itu, Center for Global Disaster Protection, kemitraan antara Inggris dan Bank Dunia, yang akan menyediakan layanan tersebut.

“Kita telah menyaksikan dampak memprihatinkan dari gempa di Indonesia. Bencana menjadi lebih sering dan semakin ekstrim yang mengambil orang terkasih, rumah, dan pekerjaan, semakin sulit lagi dampaknya di negara-negara miskin,” kata Secretary of State for the UK’s Department for International Development Penny Mordaunt.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top