Produktivitas UMKM Banyak Terganggu Akibat Jalan Bisnis Secara Manual

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) banyak yang melakukan operasi penjualan secara manual, terutama dalam sistem kasir dan point-of-sale yang tidak efisien dan mengganggu produktivitas.
Ema Sukarelawanto | 11 Oktober 2018 16:04 WIB
Gebyar UKM 2018 di Denpasar, Kamis (11/10 - 2018).

Bisnis.com, DENPASAR — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) banyak yang melakukan operasi penjualan secara manual, terutama dalam sistem kasir dan point-of-sale yang tidak efisien dan mengganggu produktivitas.

VP Brand & Marketing Moka Bayu Ramadhan mengatakan sistem kasir yang memuat data penjualan, informasi stok, dan seputar transaksi bisnis, kebanyakan masih dijalankan manual dengan catatan tangan.

“Operasional penjuakan secara manual ini sangat mengganggu efisiensi dan produktivitas UMKM dalam berbisnis,” katanya dalam Gebyar UKM 2018, Kamis (11/10/2018).

Menurut Bayu cara cepat bagi bisnis dalam beradaptasi adalah menggunakan teknologi terbaru yang dapat membantu efisiensi dan efektivitas bisnis. Salah satunya dengan menggunakan komputasi awan (cloud based) yang sifatnya cepat dan real-time.

Data Delloitte Access menyebut UMKM yang mengadaptasi teknologi komputasi awan dalam bisnisnya mampu meningkatkan pendapatan sampai dengan 80%, dan juga 1,5 kali lebih besar dalam membuka lapangan pekerjaan.

Moka, startup penyedia layanan kasir digital yang didirikan pada 2014 itu kini dipercaya lebih dari 12.000 outlet melalui penggunaan aplikasi point-of-sale (POS) dengan berbagai fitur yang memudahkan pelaku bisnis.

Fitur yang ditawarkan Moka meliputi loyalty program untuk pelanggan, ingredient inventory, serta fitur merchant intelligence yang dapat membantu merchant untuk menganalisis kinerja bisnis seperti penjualan terlaris, bahan penjualan yang telah habis, dan banyak lainnya.

Moka memberikan dukungan kepada para pelaku usaha kreatif dari seluruh Indonesia dalam acara Gebyar UKM Bali 2018. Acara ini merupakan kegiatan tahunan MarkPlus Inc bersama Kementerian Koperasi dan UKM yang mengajak para pelaku UKM Indonesia meningkatkan ‘level of playing field’ dengan teknologi dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif ditingkat nasional maupun global.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadharma Sena mengatakan UKM memiliki tiga tantangan yang harus dihadapi untuk bisa naik kelas yaitu sumber daya manusia, pendanaan dan juga akses pasar.

“Solusi masalah utama UKM ini, dapat dibantu dengan memberikan pelatihan dari segi manajemen dan kemitraan, selain itu segala aspek pemasaran dan bahkan produksi bisa dimanfaatkan dengan mengandalkan penetrasi teknologi,” jelasnya.

Menurut data Asian Productivity Organization (APO), selama 25 tahun produktivitas Indonesia tumbuh 3,1% per tahun, namun dibandingkan negara lainnya produktivitas per pekerja Indonesia saat ini berada pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO.

Sedangkan di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-4. Sehingga masih banyak yang harus ditingkatkan baik dalam hal: pemanfaatan teknologi, kualitas SDM, manajemen, dan inovasi produk.

Tag : bali, umkm
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top