PRODUKTIVITAS PABRIK BESAR : PTPN IX Terus Kejar Produksi Gula

PEKALONGAN — Produksi gula kristal di Provinsi Jawa Tengah terus mencatat pertumbuhan positif seiring dengan kembali beroperasinya salah satu pabrik gula terbesar di provinsi ini yakni Pabrik Gula (PG) Sragi yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan.
k28 | 11 Oktober 2018 02:00 WIB
Pabrik Gula (PG) Mojo di Sragen, Jawa Tengah, milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). - JIBI/Pamuji Tri Nastiti

PEKALONGAN — Produksi gula kristal di Provinsi Jawa Tengah terus mencatat pertumbuhan positif seiring dengan kembali beroperasinya salah satu pabrik gula terbesar di provinsi ini yakni Pabrik Gula (PG) Sragi yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan.

Adapun, pada tahun ini PG Sragi memproduksi 16.100 ton gula meningkat pesat jika dibandingkan dengan kinerja pada 2017 yang saat itu hanya bisa memproduksi 4.000 ton gula. Hal ini dikarenakan pada tahun lalu pabrik sedang melakukan perbaikan alat-alat produksi.

Manager PG Sragi Widodo Sudarmodjo menuturkan, produksi gula terus dipacu. Pasalnya, PG Sragi menyumbangkan 47% gula yang diproduksi oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Sementara itu untuk jumlah pabrik gula di Jateng saat ini hanya tersisa lima pabrik.

“Produksi gula sedang kami pacu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng. Tahun ini produksi cukup berhasil dari 3.300 hektare lahan yang dimiliki mampu memproduksi 16.100 ton gula,” kata Widodo Rabu (10/10).

Kendati demikian, PG Sragi sempat berhenti beroperasi pada 2016. Sebab, saat ini petani tebu memilih menjual tebu miliknya kepada beberapa pengepul maupun pabrik gula swasta sehingga hal itu sempat membuat PG Sragi tidak beroperasi selama satu tahun.

Namun, pada 2017 setelah alat produksi sudah siap, maka produksi gula dapat dipacu kembali, meskipun pada saat itu produksi belum sepenuhnya normal.

“Kami pada 2016 memang sempat berhenti karena petani memilih menjual tebu ke swasta, ,tetapi setelah semua alat sudah siap pada 2017 produksi kembali dipacu meskipun belum sepenuhnya normal.

Di sisi lain, dia menargetkan, pada 2020 nanti PG Sragi dapat memproduksi gula sebanyak 4.000 ton gula setiap harinya.

Namun, untuk mencapai target tersebut diperlukan perluasan lahan dan adanya beberapa alat baru yang didatangkan langsung dari luar negeri.

Menurutnya, untuk memproduksi 4.000 ton gula per hari memerlukan lahan tebu seluas 7.000 hektare. Hal ini yang coba diupayakan oleh PG Sragi, untuk perluasan lahan tebu karena sampai saat ini lahan yang dimiliki hanya 3.300 hektare.

“Target produksi 4.000 ton per hari memang cukup berat. Namun, kami sedang berusaha melakukan maintenance alat dan perluasan lahan tebu untuk mencapai target 4.000 ton gula per harinya,” katanya.

Tag : gula, pabrik gula, ptpn ix
Editor : Roni Yunianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top