Kerja Sama dengan Enterprise Singapore, Ini Harapan Kemenperin

Indonesia dan Singapura perkuat kerja sama melalui penandatanganan MoU Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Enterprise Singapore.
Wibi Pangestu Pratama | 11 Oktober 2018 20:47 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan sambutan serta arahannya saat menghadiri kickoff electrified vehicle comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 4 Juli 2018. Dalam kegiatan ini, Kementerian Perindustrian menggandeng PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan enam perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan teknologi electrified vehicle di dalam negeri. - Kemenperin

Bisnis.com, NUSA DUA – Indonesia dan Singapura perkuat kerja sama melalui penandatanganan MoU Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Enterprise Singapore. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai kerja sama tersebut mampu perkuat perekonomian kedua negara.

Komitmen bilateral tersebut ditandatangani Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin, Ngakan Timur Antara serta CEO Enterprise Singapore, Png Cheong Boon. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik peningkatan kerja sama kedua negara tersebut.

Airlangga menyampaikan selama 50 tahun ini hubungan bilateral Indonesia-Singapura terjalin dengan baik, terutama melalui kolaborasi peningkatan nilai perdagangan dan investasi. Pada semester pertama 2018, Singapura mencatatkan US$5,04 miliar investasi di Indonesia, naik 38% dari periode yang sama di tahun lalu.

Pada 2017 penanaman modal dari Singapura mencapai US$8,44 miliar. Pada tahun itu pun nilai ekspor non migas Indonesia ke Singapura mencapai US$9 miliar. Jumlah tersebut membuat Singapura jadi negara tujuan pengapalan produk manufaktur Indonesia terbesar kelima.

“Peningkatan kerja sama RI-Singapura diyakini dapat saling menguntungkan dan melengkapi sehingga mampu memperkuat perekonomian kedua negara,” tutur Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis (11/10).

Airlangga pun menyampaikan bahwa pemerintah aktif menarik investor Singapura ke kawasan industri Kendal. Kawasan industri tersebut diproyeksi mampu menyerap potensi sebesar US$500 juta serta menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang hingga 2025.

Penandatanganan yang berlangsung dalam Pertemuan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) di Nusa Dua, Bali pada Kamis (11/10) tersebut turut disaksikan Airlangga Hartarto, Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean beserta beberapa menteri kabinet kerja.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top