Opexcon 2018 Kembali Digelar pada 7 November 2018

Indonesia Operational Excellence Conference and Award (Opexcon) 2018, acara tahunan yang menjadi platform bertemunya para pelaku bisnis lintas sektor kembali digelar pada 7 November 2018.
Wibi Pangestu Pratama | 11 Oktober 2018 19:47 WIB
Ilustrasi kegiatan industri manufaktur - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia Operational Excellence Conference and Award (Opexcon) 2018, acara tahunan yang menjadi platform bertemunya para pelaku bisnis lintas sektor kembali digelar pada 7 November 2018.

Acara bertema "Agility, Customer Centricity, and Operational Transformation in VUCA World" tersebut diharapkan dapat menjadi tempat pelaku bisnis berbagi pengetahuan soal budaya operational excellence.

Ferdinan Hasiholan, Chairman SHIFT Indonesia yang menjadi penyelenggara acara tersebut, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi yang membawa perubahan dalam industri mendasari dibuatnya acara tersebut. Pelaku bisnis dinilai harus menjadi adaptif dan memiliki pola pikir baru dalam dewasa ini.

Menurut Ferdinan, kini model bisnis baru yang memiliki kecepatan dan kelincahan inovasi muncul melalui operasi bisnis yang menggunakan data dan teknologi. Model bisnis ini tidak memerlukan aset tangible yang besar sehingga dapat dipicu pertumbuhannya.

"Menjawab tantangan tersebut, Opexcon akan menghadirkan profesional dari lintas sektor untuk berbagi pengetahuan dan best practice yang telah sukses dijalankan. Sehingga Opexcon mampu menjadi forum yang memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan ide baru," tutur Ferdinan dalam konferensi pers di Jakarta Design Center, Kamis (11/10).

Ferdinan menjelaskan dalam acara ini akan hadir para business leaders yang telah mengimplementasikan metode atau sistem yang disesuaikan dengan era VUCA. Ada pun, Ferdinan menjelaskan bahwa VUCA adalah akronim dari volatile, uncertainty, complexity, dan ambiguity yang merujuk pada kondisi industri yang penuh gejolak.

Terdapat empat pembicara utama yang dijadwalkan akan hadir di Opexcon 2018, mereka adalah Suryo Eko Hadianto, Director of Production Operations PT Bukit Asam; Azman Shah Mohamed Noor, Vice President & Head of Operational Excellence Sime Darby Plantation Berhad; Haris Munandar, Sekjen Kementerian Perindustrian; serta Ekonom Faisal Basri.

Selain bincang-bincang, dalam acara ini pun terdapat pemberian penghargaan kepada BUMN dan perusahaan swasta yang berhasil melakukan efisiensi dan meningkatkan profit melalui perbaikan proses.

Terdapat pula kompetisi projek di bidang improvement bagi berbagai perusahaan yang melakukan inovasi. Penjurian kompetisi tersebut berlangsung pada 9-11 Oktober 2018 dan pemenang diumumkan dalam acara Opexcon 2018.

Opexcon 2018 yang merupakan perhelatan tahunan kertujuh kalinya akan berlangsung di Hotel The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Peserta dapat mengikuti acara tersebut dengan berinvestasi sebesar Rp3 juta untuk perseorangan atau Rp25 juta untuk per meja.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top