Apa yang Harus Anda Lakukan Saat dan Sesudah Gempa?

Sebagai bagian dari Ring of Fire atau cincin api, Indonesia akan lebih rentan terkena gejala gempabumi, lantas apa yang harus dilakukan saat kita menghadapi gempabumi?
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 11 Oktober 2018 15:29 WIB
Sejumlah penghuni hotel berkumpul di luar gedung saat terjadi gempa di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (11/10). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi gempa sebesar 6,4 skala richter yang terpusat di laut 61 Km Timur Laut Situbondo yang dirasakan juga di Banyuwangi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai bagian dari ring of fire atau cincin api, Indonesia akan lebih rentan terkena gejala gempa bumi, lantas apa yang harus dilakukan saat kita menghadapi gempa bumi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi sejumlah tips penting bagi masyarakat Indonesia saat tak terduga mengalami gempa bumi, serta apa saja yang harus anda lakukan setelah gempabumi.

1. Jika Anda berada di dalam bangunan

Hal yang perlu Anda lakukan begitu merasakan getaran adalah melindungi badan dan kepala dari reruntuhan bangunan. Caranya, bisa dengan bersembunyi di bawah meja dan di sejumlah ruang yang cukup aman dari reruntuhan.

2. Berlari ke luar ruangan

Jika memungkinkan, Anda perlu berlari ke luar ruangan ketika merasakan getaran. Ketika berada di luar ruangan, anda pun masih harus menghindari reruntuhan yang berpotensi menimpa Anda. Misalnya, menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lainnya. Anda harus lebih mencermati tempat Anda berada, dan hindari apabila terjadi retakan tanah.

3. Jika Anda sedang berkendara

Ketika sedang dalam transportasi umum atau berkendara pribadi, anda harus segera keluar, turun, dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

4. Jika tinggal di pantai atau pegunungan.

Bagi  yang tinggal di pesisir pantai, Anda harus segera menghindari lokasi gempa guna mencegah potensi tsunami. Sementara, bagi Anda yang tinggal di pegunungan, anda harus menghindari lokasi-lokasi tebing yang memungkinkan terjadi longsoran.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan sesudah gempa berlalu:

1. Segera lakukan pengecekan.
Beberapa pengecekan yang perlu Anda lakukan pasca gempa bumi antara lain memeriksa apabila terjadi kebakaran, kebocoran gas, hubungan arus pendek listrik, aliran dan pipa air, serta apabila ada hal-hal yang membahayakan. Anda harus segera mematikan listrik dan tidak menyalakan api.

2. Jauhi Reruntuhan
Menjauhi reruntuhan dalam hal ini Anda juga sebaiknya menjauhi rumah atau bangunan pascagempa. Akses yang diberikan ke lokasi gempa bumi adalah tim SAR. Sebab, belum ada kepastian apakah bangunan cukup kuat atau masih ada reruntuhan yang bisa mencelakai Anda.

3. Jangan berdiam dalam rumah yang runtuh sehabis gempabumi
Anda sebaiknya tidak berdiam dalam rumah yang rusak akibat gempa bumi, karena keruntuhan bangunan masih sangat mungkin terjadi. Anda juga disarankan berjalan menjauhi arena sekitar gempa sebelum mendapatkan izin dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tim SAR bahwa lokasi cukup aman.

4. Jangan percaya informasi yang tidak benar
Anda diwajibkan mengakses informasi hanya dari pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini pemerintah ataupun BMKG. Anda juga bisa mengakses informasi melalui media massa yang kredibel. Jangan mudah terpancing pada informasi atau isu yang tidak jelas sumbernya.

5. Mengisi dengan jujur dan akurat terkait kerusakan yang dialami
Untuk mempercepat proses rehabilitasi, Anda perlu bersikap proaktif kepada pemerintah untuk menceritakan kerugian yang dialami secara materi maupun nonmateri. Anda berhak mendapatkan bantuan berupa penanganan trauma pasca gempa jika dibutuhkan.

Tag : gempa, bmkg
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top