STRATEGI BISNIS : Bank Permata Jaga Profitabilitas

JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. menargetkan dapat meningkatkan kinerja bank pada tahun ini melalui strategi penyesuaian terhadap kondisi pasar.
Ipak Ayu H Nurcaya | 26 September 2018 02:00 WIB

JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. menargetkan dapat meningkatkan kinerja bank pada tahun ini melalui strategi penyesuaian terhadap kondisi pasar.

Direktur Keuangan Lea Setianti Kusumawijaya mengatakan, tantangan dari sisi pricing kredit maupun biaya dana masih akan berlanjut sampai akhir tahun. Untuk menjaga rasio margin bunga bersih atau net interest margin, perseroan telah melakukan penyesuaian suku bunga kredit maupun deposito.

“Kami targetkan perolehan margin sesuai dengan capaian pada semester I/2018 lalu,” ujarnya, Selasa (25/9).

Sesuai dengan laporan publikasi perseroan per Juni 2018, rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada pada level 4%, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 3,8%.

Guna mencapai target tersebut, Lea menambahkan, perseroan akan tetap fokus untuk melaksanakan startegi bisnis dengan menggenjot pertumbuhan kredit maupun dana pihak ketiga, khususnya dana murah.

Dalam melakukan ekspansi kredit, emiten pebankan berkode saham BNLI tersebut tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Menurut Lea, perseroan hanya memilih debitur yang memiliki rekam jejak baik serta memiliki prospek bisnis yang positif.

Di sisi lain, perseroan juga berupaya meningkatkan perolehan pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI), meskipun tidak mematok target yang terlalu agresif. “Membiasakan nasabah untuk bertransaksi pada produk-produk FBI ini butuh waktu. Artinya ada proses edukasi yang harus diupayakan perseroan.

//PERGANTIAN DIREKSI//

Sementara itu, Bank Permata juga baru saja melangsungkan rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB dengan pembahasan agenda tunggal yakni pergantian jajaran redaksi.

Lea mengatakan dalam RUPSLB hari ini perseroan resmi mengangkat Djumariah Tenteram sebagai Direktur Perseroan dan Herwin Bustaman sebagai Direktur Unit Usaha Syariah (UUS).

Dengan demikian, jajaran direksi Bank Permata saat ini adalah Ridha DM Wirakusumah sebagai Direktur Utama, Dhien Tjahajani sebagai Direktur Kepatuhan, Darwin Wibowo sebagai Direktur Independen, Lea Setianti Kusumawijaya sebagai Direktur Keuangan, Abdy Dharma Salimin sebagai Direktur Teknologi dan Operasi, dan Loh Tee Boon sebagai Direktur Risiko.

Sementara itu, menilik kinerja perseroan hingga Juni 2018 lalu, laba bersih setelah pajak pada semester I/2018 tercatat turun 53,13% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp289 miliar.

Laba operasional yang anjlok 84,3% menjadi Rp113 miliar menjadi penyebab penurunan laba. Sementara itu, pendapatan bunga bersih naik tipis 2,9% yoy menjadi Rp2,7 triliun.

Meski demikian, fungsi intermediasi Bank Permata terbilang sangat baik dengan pertumbuhan dua digit pada periode tersebut. Penyaluran kredit tercatat naik 11% menjadi Rp103,2 triliun.

Perseroan juga menutup semester pertama tahun ini dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah gross dan net per Juni 2018 sebesar 4,3% dan 1,5%. Pada periode yang sama tahun lalu posisi NPL gross dan net masing-masing 4,7% dan 1,8%.

Hal itu selaras dengan upaya Bank Permata untuk menjaga dan memperbaiki kualitas aset melalui penagihan, restrukturisasi dan likuidasi kredit bermasalah secara intensif. (Ipak Ayu H. N.)

Tag : bank permata
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top