Pemkab Sragen Optimistis Investasi Sentuh Rp1,7 Triliun

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menargetkan nilai investasi yang masuk Bumi Sukowati sepanjang tahun 2018 mencapai Rp1,7 triliun naik dari realisasi tahun sebelumnya Rp1,66 triliun.
Kurniawan | 20 September 2018 09:52 WIB
Bangunan di kompleks Rest Area KM 519 A, Masaran, Sragen, Rabu (6/6). - Bisnis/Muhammad Ferri Setiawan

Bisnis.com, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menargetkan nilai investasi yang masuk Bumi Sukowati sepanjang tahun 2018 mencapai Rp1,7 triliun naik dari realisasi tahun sebelumnya Rp1,66 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Yusep Wahyudi, menjelaskan realisasi investasi hingga Agustus tahun ini RP1,36 triliun.

"Mudah-mudahan kami bisa kembali melampaui target nilai investasi," jelasnya saat diwawancara Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (19/9/2018).

Yusep menjelaskan investasi di Sragen beberapa tahun terakhir masih didominasi usaha kecil dan menengah (UKM). Sedangkan investasi skala besar berupa pembangunan pabrik baru kurang menonjol kendati selalu ada.

Dia mencontohkan mulai beroperasinya pabrik mainan di Masaran, dan sebuah rumah sakit (RS) di Sragen kota. “Paling banyak UKM seperti usaha rumah tangga, atau jasa konstruksi. Industri rumah tangga paling banyak,” kata dia.

Kendati persebaran investasi industri rumah tangga relatif merata, tapi bila dilihat secara detail, Kecamatan Sragen kota, Masaran, dan Gemolong, paling besar. Tiga kecamatan itu menjadi simpul pertumbuhan ekonomi Sragen.

“Kebijakan Bupati yang memprioritaskan pengembangan sektor UMKM saya pikir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tumbuh pesatnya usaha jenis itu. Faktor lain yang mendukung adalah kemudahan perizinan,” tutur dia.

Kian menjamurnya industri rumah tangga di Sragen menurut Yusep bisa memberikan multiplier effect positif bagi Sragen, salah satunya penyerapan angkatan kerja. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat.

Disinggung investasi di bidang pertanian yang menjadi potensi terbesar Sragen, menurut Yusep selalu ada investor besar yang masuk dua tahun terakhir. Seperti pembangunan pabrik pengolahan beras organik di Sambungmacan.

Saat ini pabrik perusahaan tersebut sedang dalam proses pembangunan. “Saat ini juga ada calon investor di bidang pertanian yang akan masuk. Mereka butuh ratusan hektare lahan. Tapi saya belum berani sebutkan,” urai dia.

Perusahaan yang akan masuk ke Sragen itu menurut Yusep akan mengolah produk pertanian dan turunannya. “Nilai investasinya cukup besar. Mudah-mudahan mereka tak membatalkan rencana masuk ke Sragen,” sambung dia.

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Dedy Endriyatno, mengatakan ke depan Sragen akan kian terbuka terhadap berbagai potensi investasi. Sebab saat ini Pemkab sedang memproses revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Berdasarkan catatan JIBI di draf revisi perda itu luas lahan industri bertambah menjadi 960 hektare tersebar di Kalijambe, Sambungmacan, dan Sambungmacan. Penambahan lahan industri untuk mewadahi dinamika wilayah.

Sumber : JIBI/Solopos

Tag : sragen
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top