BANK PEMBANGUNAN DAERAH : BPD DIY Dapat Nakhoda Baru

YOGYAKARTA – RUPS LB PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menunjuk Santoso Rohmad sebagai direktur utama periode 2018-2022, menggantikan Bambang Setiawan.
Gloria N. Dolorosa | 17 September 2018 02:00 WIB

YOGYAKARTA – RUPS LB PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menunjuk Santoso Rohmad sebagai direktur utama periode 2018-2022, menggantikan Bambang Setiawan.

Santoso Rohmad sebelumnya menjabat Direktur Kepatuhan Bank BPD IY periode 2014-2018. Jabatan anyarnya sebagai direktur utama ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank BPD DIY pada Jumat (14/9).

Posisi Direktur Pemasaran dijabat R. Agus Trimurjanto yang telah bergabung dengan Bank BPD DIY sejak 1995. Jabatan terakhirnya Pemimpin Cabang Sleman. Posisi Direktur Umum kembali dijabat Cahya Widi yang sebelumnya telah menduduki jabatan tersebut pada periode 2014-2018. Adapun, jabatan Direktur Kepatuhan diisi Dian Ariani yang sebelumnya menjabat Pemimpin Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan.

Jajaran baru direksi ini telah lolos uji kemampuan dan kepatutan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara penetapan direksi baru PT Bank BPD DIY periode 2018-2022 dilaksanakan pada Jumat (14/9) oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sultan HB X berharap komposisi direksi yang seluruhnya diduduki orang-orang internal ini mampu membuktikan bahwa Bank BPD DIY memiliki kader profesional yang mampu mengembangkan Bank BPD DIY menjadi aset yang memiliki nilai tambah, tidak hanya bagi pemegang saham tetapi juga kepada masyarakat DIY.

Dalam sambutannya, Sultan juga menyampaikan bahwa proses pergantian direksi Bank BPD DIY tersebut dilakukan tepat pada waktunya, yakni saat jabatan direksi periode 2014-2018 berakhir pada 14 September 2018.

“Saya mewakili pemegang saham lain mengucapkan selamat kepada direksi baru Bank BPD DIY sekaligus berharap direksi yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mempertahankan prestasi yang telah diraih dan terus berkembang bersama seluruh pemegang saham,” kata Sultan HB X lewat siaran pers, Minggu (16/9).

Per triwulan II/2018 Pemda DIY memegang 51% saham Bank BPD DIY. Sementara, Pemkab Sleman mengantongi 14,82%, Pemkot Yogyakarta 11,70%, Pemkab Bantul 9,82%, Pemkab Gunungkidul 6,73%, dan Pemkab Kulonprogo 5,93%.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank BPD DIY membukukan laba bersih Rp119,59 miliar per Juni 2018, meningkat 6,14% secara tahunan (year on year/yoy).

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per Juni 2018 mencapai Rp4,83 triliun, turun 4,22% (year to date/ytd) dibandingkan dengan posisi Desember 2017. Adapun, giro per Juni tahun ini sebesar Rp2,2 triliun, meningkat 80,87% (ytd), sedangkan simpanan berjangka senilai Rp1,77 triliun, naik 21,6% (ytd).

Sementara itu, pendapatan bunga rupiah pada semester I/2018 mencapai Rp472,27 miliar, naik tipis 0,33% dari semester I tahun lalu (yoy).

Saat ini, Bank BPD DIY juga sedang menggodok pertumbuhan unit usaha syariah (UUS) sebagai persiapan menuju proses spin off menjadi bank umum syariah yang ditargetkan terwujud sebelum 2023.

Sebelumnya, Bambang Setiawan mengatakan tahun ini aset UUS ditargetkan menyentuh angka Rp1 triliun. Target itu setara dengan pertumbuhan sebesar 20% dari 2017. Adapun dana pihak ketiga pada UUS ditargetkan mencapai Rp800 miliar pada 2018.

“Total target aset BPD syariah Rp1 triliun. Sekitar 80% dari DPK [dana pihak ketiga], artinya target DPK syariah tahun ini Rp800 miliar,” ucap Bambang belum lama ini.

Per Juni 2018 aset Bank BPD DIY UUS mencapai Rp767,70 miliar, meningkat 21,34% (yoy) dari Juni 2018. Penghimpunan DPK pada Juni tahun ini mencapai Rp456,92 miliar, bertumbuh 19,74% dari posisi Juni 2017. Adapun, pembiayaan pada Juni 2018 mencapai Rp561,01 miliar atau naik 27,23% (yoy).

DPK akan digenjot salah satunya lewat tabungan Shafa, yakni tabungan calon jamaah haji untuk menyiapkan biaya pemberangkatan haji. Perseroan berencana menggencarkan lagi tabungan ini setelah mendapat status sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Fungsi Penerimaan. Dengan status itu, Bank BPD DIY UUS dapat melakukan pembukaan rekening tabungan jamaah haji, menerima setoran awal, pelunasan, serta mendistribusikan virtual account. (K25)

Tag : bpd diy
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top