IMF-World Bank Meeting: Tak Ada Mark Up Harga Paket Wisata Bagi Delegasi

Kementerian Pariwisata berupaya memastikan tidak ada pihak yang melakukan mark up harga paket wisata yang akan ditawarkan kepada para delegasi dan peserta IMF-World Bank Meeting yang akan diadakan pada Desember tahun ini di Bali.
Juli Etha Ramaida Manalu | 11 September 2018 01:59 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberi paparan dalam seminar Penguatan Daya Saing Indonesia pada Perekonomian Global, di Jakarta, Selasa (30/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata berupaya memastikan tidak ada pihak yang melakukan mark up harga paket wisata yang akan ditawarkan kepada para delegasi dan peserta IMF-World Bank Meeting yang akan diadakan pada Desember tahun ini di Bali.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata berencana menawarkan 63 paket wisata ke tujuh destinasi dalam negeri yakni Bali, Lombok, Labuan Bajo Yogyakarta, Banyuwangi, Toraja, dan Danau Toba.

Untuk menghindari mark up harga oleh pihak tak bertanggung jawab, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan pihaknya akan langsung menyertakan harga yang ditawarkan untuk masing-masing paket yang dikirimkan pada para peserta melalui nawala atau yang lebuh dikenal dengan sebutan newsletter.

"Kita tidak mau ada premium price, dua kali lipat, tiga kali lipat. Jadi, dari awal sudah ada rupiahnya [harga paket wisata], di situ sudah ada," katanya ketika ditemui di Gedung Kemenko Maritim, Senin (10/9/2018).

Dia mencontohkan, untuk satu paket wisata berdurasi setengah bari di Bali bisa dipatok harga sebesar US$75. Adapun jenis paket yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari mengunjungi lokasi-lokasi wisata terkenal Bali seperti Uluwatu hingga kegiatan lain seperti golf.

"Itu udah dikeluarin jadi nggak bisa main-main. [Paket wisata] per setengah hari karena rule of game-nya, orang spending, kelas menengah atas US$150 per hari," tambahnya.

 

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top