PASAR TRADISIONAL : Pemprov Jateng Janji Benahi Infrastruktur

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng berjanji akan memperbaiki infrastruktur pasar tradisional karena masih banyak pasar yang belum dikelola dengan baik. \n
Alif Nazzala Rizqi | 08 September 2018 02:00 WIB

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng berjanji akan memperbaiki infrastruktur pasar tradisional karena masih banyak pasar yang belum dikelola dengan baik.

Gubernur Provinsi Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pasar tradisional kian terdesak oleh pasar modern, pemerintah kabupaten dan kota perlu membuat politik pasar antara lain dengan memperbaiki infrastruktur pasar.

"Pasar tradisional kalau mau mencontoh pasar tradisional di Jepang. Itu sangat baik. Penataannya bagus, lingkungan pasar bersih, dan sistem drainase teratur. Sampah dikelola dengan baik sehingga orang datang merasa nyaman," kata Ganjar, Jumat (7/9).

Menurutnya, pasar modern hanya gedung dan cara pembayaran yang modern, apakah pasar tradisional tidak bisa dibuat seperti itu.

Dia meminta agar lapak-lapak yang tidak layak dibongkar kemudian diperbaiki sehingga pedagang akan mendapatkan tempat berjualan yang nyaman dan lebih baik. Membangun pasar harus dengan fasilitas berkualitas atau jangan asal-asalan, kemudian buat arsitektur yang baik.

Ganjar mengawali tugas di hari kedua seusai pelantikan dengan resik-resik Pasar Peterongan, Kota Semarang. Dari aksi gotong-royong itu, belasan karung berisi sampah pun berhasil dikumpulkan.

Didampingi Sekda Jateng Sri Puryo, Wali Kota dan Wakil Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang bergotong-royong membersihkan Pasar Peterongan. Berbekal sapu lidi, gubernur dan rombongan menyapu dan memunguti sampah yang berserakan di jalan dan sela-sela lapak para pedagang.

Sembari menyapa dan berbincang dengan pedagang dan pengunjung pasar, orang nomor satu di Jateng itu tanpa canggung memungut bermacam sampah kemudian dengan cekatan memasukan ke dalam karung yang ditentengnya. Aksi yang berlangsung 40 menit itu, berhasil mengumpulkan belasan karung berisi sampah, termasuk 56,5 kilogram sampah plastik.

Kehadiran gubernur dan para pejabat dalam kegiatan bertajuk Resik-resik Pasar itu sontak membuat kaget para pedagang dan pengunjung pasar berusia ratusan tahun tersebut. Para pedagang tidak menyangka bakal kunjungi gubernur dan wali kota yang juga membersihkan sampah di sekitar lapak mereka.

"Saya kaget melihat Pak Gubernur datang dan memunguti sampah di depan lapak saya. Tadi sempat tidak percaya, karena selama ini hanya melihat lewat televisi tetapi sekarang saya melihat langsung," ujar Sarofah, salah seorang pedagang Pasar Peterongan.

Pedagang kelapa dan sayuran itu senang ada kegiatan gotong royong membersihkan pasar. Terlebih saat pagi yang merupakan waktu paling banyak aktivitas pedagang dan pembeli, sehingga sampah banyak menumpuk di berbagai titik.

"Pagi ini kami bersama-sama membersihkan sampah di Pasar Peterongan, terutama sampah plastik. Saya akan terus mendorong para pedagang dan semua warga setiap Jumat untuk bersih-bersih lingkungan sekitar. Jika ini menjadi tradisi maka pembeli pun menjadi nyaman karena lingkungan bersih dan itu juga berpengaruh baik terhadap kesehatan," kata Ganjar.

Dia mencontohkan di lingkungan Pemprov Jateng sejak Hari Lingkungan Hidup telah memulai gerakan Jumat bersih. Masing-masing dinas setiap Jumat membersihkan lingkungan yang paling dekat. Apabila semua membiasakan hidup bersih dab tidak membuang sampah sembarangan maka diharapkan sungai-sungai bersih, tidak berbau, dan tontonan pun menjadi indah.

"Saya akan terus mendorong gerakan ini, termasuk ketika saya berkunjung dan berkeliling daerah akan membersihkan tempat-tempat kumuh agar bersih, mengajak masyarakat menjaga kebersihan, dan ketertiban," katanya.

Manfaatkan E-Commerce

Pada perkembangan lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta industri kecil menengah (IKM) di Kota Semarang bisa memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produknya agar kian dikenal dan lebih maju.

Anggota Komisi V DPR Juliarti P Batubara mengatakan, potensi industri kecil di Kota Semarang yang baik harus bisa dikuasai para pelaku usaha lokal Semarang agar bisa menjadi tuan rumah di kotanya sendiri. Selain itu, menurutnya, dengan mudah bisa memasarkan produk di e-commerce tetapi harus pula dimanfaatkan agar produk dari IKM bisa dikenal dan lebih maju.

"Sekarang buat toko butuh biaya besar, iya kalau orang datang dan kita kan enggak bisa paksa (datang ke toko). Sekarang melalui handphone sudah bisa beli ini (barang yang diinginkan), enggak perlu datang dan (kesempatan) ini harus dimanfaatkan," ujar Juliari, di sela-sela acara penyerahan fasilitas bantuan mesin dan peralatan dari Kementerian Perindustrian kepada IKM di Kota Semarang di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (7/9).

Dia menambahkan, seorang pengusaha bisa sukses atau sebaliknya dikembalikan pada pelaku usaha itu sendiri. Dia harus bisa mempertahankan kualitas dan bisa memasarkan produknya dengan baik. Namun, lanjutnya, peran pemerintah juga sangat perlu sehingga dia meminta Dinas Perindustrian Kota Semarang bisa membantu pemasarannya.

"Sukses tidaknya tergantung pelaku usaha, kalau dia bisa mempertahan kualitas dan bisa memperluas pemasarannya bisa sukses," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Nurjanah menambahkan bahwa perkembangan IKM di Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini jumlahnya mencapai 3.770 IKM.

Nurjanah menjelaskan, IKM di Kota Semarang masih memiliki berberapa kendala mulai dari modal hingga pemasaran produk. Melihat hal itu, lanjutnya, Dinas Perindustrian Kota Semarang telah menyiapkan beberapa langkah agar IKM di Semarang bisa lebih produktif dan maju.

"Semakin hari semakin maju, IKM sekarang ada 3.770. Kendalanya masih di permodalan, dan pemasaran. Namun sekarang untuk permodalan sudah ada kebijakan tentang kredit wibawa dengan bunga ringan.”

Adapun, untuk pemasaran pihaknya bekerja sama dengan e-commerce yang ada dan Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi sudah membantu pemasarannya. (k28)

Tag : pemprov jateng
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top