PEMANFAATAN GAS BUMI : PLN Akan Bangun PLTG Mulut Sumur

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan skema mulut sumur gas di Kalimantan Utara. Rencana tersebut segera masuk dalam tahap pengadaan.
Denis Riantiza M. | 08 Agustus 2018 02:00 WIB

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan skema mulut sumur gas di Kalimantan Utara. Rencana tersebut segera masuk dalam tahap pengadaan.

Kepala Divisi Pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN Chairani Rachmatullah mengatakan, pihaknya saat ini telah menandatangani kontrak pembelian gas dengan PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi pasokan gas pembangkit listrik yang akan dibangun tersebut.

Pembangkit akan dibangun di dekat lokasi fasilitas produksi Blok Simenggaris yang dioperasikan oleh Joint Operating Body (JOB) Pertamina—Medco E&P Simenggaris.

“Pembangkit mulut sumur sudah mulai [dikembangkan]. Kami sudah kontrak dengan Pertamina di Lapangan South Sembakung Simenggaris,” ujar Chairani kepada Bisnis, Jumat (3/8).

Pertamina, kata Chairani, sudah siap untuk memasok gas tersebut. PLN akan membuka tender untuk PLTG tersebut. PLN sedang melakukan penghitungan terkait dengan kebutuhan investasi.

Menurutnya, pengembangan pembangkit mulut sumur (wellhead) gas memang masih menjadi tantangan. Lokasi sumur migas itu jauh dari pusat kebutuhan atau permintaan listrik, yaitu hingga 200 km untuk PLTG yang akan dibangun di Kalimantan Utara tersebut. Hal itu menyebabkan biaya pembangunan transmisi cukup besar.

PLN juga perlu menambah penguatan tegangan pada jaringan transmisi untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

“PLN harus pastikan apa ini bisa membantu [efisiensi] total biaya produksi dan apakah ketika sampai ke demand [konsumen] itu masih stabil, di sini 100 MW [megawatt] sampai rumah-rumah tinggal berapa. Harus ada penguatan di tengah transmisi,” katanya.

Kontrak perjanjian jual beli gas dengan Pertamina telah ditandatangani sejak Februari 2018. Dalam perjanjian tersebut, Blok Simenggaris di Kalimantan Utara akan memasok gas 21,6 trillion British thermal unit dengan jumlah penyerahan harian kepada PLN sebesar 8 billion British thermal unit per day (BBtud).

PLN akan memanfaatkan pasokan gas tersebut selama periode kontrak, yaitu sejak kontrak ditandatangani sampai terpenuhinya total jumlah kontrak atau sampai Kontrak Blok Simenggaris berakhir pada 2028.

Gas tersebut akan memasok PLTG/PLTMG/PLTGU Sei Menggaris dengan kapasitas 2x20 MW.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018—2027, pembangkit tersebut dijadwalkan beroperasi secara komersial pada 2020 atau 2021.

Menurut dokumen RUPTL, PLN memang diwajibkan untuk mengutamakan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang dan PLTG/PLTGU/PLTMG mulut sumur di daerah yang memiliki potensi batu bara atau gas yang besar.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelumnya menuturkan, energi domestik perlu dimanfaatkan sebagai energi primer pembangkit listrik agar lebih efektif dan efisien. "Pembangunan pembangkit di dekat lokasi bahan baku [energi primer] agar bisa menekan biaya produksi sehingga menjadi lebih efisien.”

Beberapa potensi pemanfaatan gas mulut sumur antara lain di Aceh, Riau, Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. (Denis Riantiza M.)

Tag : pembangkit listrik
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top