Lelang Ikan di Pekalongan Terimbas Cuaca & Izin Melaut

Aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, masih fluktuatif.
Newswire | 06 Agustus 2018 11:23 WIB
Ilustrasi. - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, PEKALONGAN – Aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, masih fluktuatif yaitu terkadang ramai dan sepi karena sejumlah masalah yang dihadapi nelayan untuk mencari ikan di laut.

Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan, Senin (6/8/2018), mengatakan bahwa masalah proses perizinan melaut yang dinilai cukup lama oleh para nelayan dan adanya kemungkinan kondisi gelombang laut yang mempengaruhi aktivitas lelang ikan di TPI setempat.

"Pada hari (Senin), aktivitas lelang ikan cukup ramai. Akan tetapi pada hari Minggu (5/8) aktivitas lelang ikan sepi sedangkan pada sebelumnya ramai," katanya.

Menurut dia, hasil lelang ikan pada hari ini (6/8) sebanyak 30 ton ikan atau sekitar senilai Rp500 juta. Produksi lelang ikan tersebut diperoleh dari kapal nelayan di atas 60 gosstone (GT), kapal nelayan di bawah 30 GT, dan kapal 10 GT.

"Saat ini, aktivitas lelang ikan cukup ramai. Produksi ikan mencapai sekitar 30 ton ikan atau senilai 450-500 juta sedang pada Minggu (5/8) sepi, kemudian pada hari sebelumnya mampu mencapai 45 ton ikan atau senilai Rp800 juta," katanya.

Ia menyebutkan hasil produk lelang ikan di TPI ini kini lebih didominasi oleh ikan jenis layang, lemuru, dan banyar.

Adapun, kata dia, harga ikan kini mengalami kenaikan seperti lemuru yang semula Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp11 ribu/ kilogram, layang semula Rp16 ribu/ kilogram naik Rp18 ribu/ kilogram, dan banyar semula Rp22 ribu/ kilogram naik Rp24 ribu/ kilogramm.

"Kenaikan harga ikan tersebut dipicu karena stok ikan di pasaran mulai sedikit sehingga harga ikan cenderung naik. Kami memperkirakan aktivitas lelang ikan akan ramai sekitar September-Oktober 2018 karena para nelayan sudah pada pulang setelah tiga bulan melaut," katanya.

Ia mengaku pesimistis target pendapatan aset daerah (PAD) sektor perikanan pada 2018 sebesar Rp5 miliar akan terlampaui karena para nelayan kini menghadapi kendala dalam proses mendapatkan izin berlayar.

"Proses izin berlayar yang cukup lama terlalu berpengaruh terhadap kondisi aktivitas lelang ikan di TPI. Saat ini, PAD 2018 baru mencapai Rp2 miliar sehingga dengan tersisa waktu 5 bulan ke depan dan proses perizinan berlayar yang cukup lama, PAD 2018 kemungkinan tidak akan terlampaui," katanya.

Sumber : Antara

Tag : pekalongan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top