PEMASARAN PEGADAIAN : Tenaga Penjualan Didorong

JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) bakal menggenjot produktivitas tenaga penjualan pada semester II/2018 guna mendorong jumlah outstanding loan dan menambah nasabah.
Dika Irawan & Reni Lestari | 03 Agustus 2018 02:00 WIB

JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) bakal menggenjot produktivitas tenaga penjualan pada semester II/2018 guna mendorong jumlah outstanding loan dan menambah nasabah.

Direktur Keuangan Pegadaian Ninis Kesuma Adriani optimistis, melalui strategi ini perseroan bakal mencapai target kinerja yang sudah ditetapkan pada akhir tahun.

Pegadaian memasang target pertumbuhan pendapatan sebesar 16% secara year on year (yoy) dari Rp10,77 triliun pada 2017 menjadi Rp12,5 triliun pada tahun ini.

Adapun, laba usaha dibidik naik 8,2% dari pencapaian 2017 senilai Rp3,42 triliun. Artinya, target laba usaha perseroan pada tahun ini senilai Rp3,7 triliun.

“Kami akan meningkatkan hal itu [outstanding loan],” ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.

Ninis menyebutkan, pertumbuhan outstanding loan telah mendorong pendapatan perseroan pada semester I/2018. Pada semester I/2018, perseroan mencatatkan pendapatan Rp5,5 triliun atau naik 9,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp5 triliun.

Sementara itu, OSL perseroan yang tercatat Rp35,8 triliun pada semester I/2017, naik menjadi Rp38,7 triliun pada semester I/2018.

“Pendapatan kami naik karena itu [peningkatan oustanding loan],” ujarnya.

Dari sisi bottom line, laba usaha perseroan pada akhir semester I/2018 tercatat Rp1,8 triiliun. Angka itu naik 19% dibandingkan dengan semester I/2017 senilai Rp1,5 triliun. Total laba bersih perseroan selama periode berjalan mencapai Rp1,3 triliun. Jumlah ini meningkat sebesar 18% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Rp1,1 triliun.

Ninis menambahkan hingga kini produk berbasis gadai masih mendominasi sekitar 86% dari produk secara keseluruhan. Di antara produk pegadaian itu yakni kredit cepat aman (KCA), kredit angsuran sistem gadai (krasida), dan gadai syariah (rahn).

Adapun, jumlah nasabah Pegadaian hingga Juni 2018 tercatat mencapai 8,4 juta peserta. Jumlah itu mengalami pertambahan sebanyak 354.519 nasabah dibandingkan dengan Juni tahun lalu sejumlah 8 juta nasabah.

Sementara itu pada Kamis (2/8), Pegadaian meresmikan bank sampah dan taman desa, bertajuk "The Gade Clean & Gold", di Desa Setia Asih, Kabupaten Bekasi. Melalui bank sampah ini, Pegadaian memfasilitasi konversi sampah menjadi tabungan emas.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan, bank sampah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian.

“Kami berharap, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan akan meningkat. Sehingga, program Sampah Menjadi Emas yang kita canangkan bersama-sama pemerintah, dapat mencapai hasil yang maksimal,” ujar Sunarso.

Dia berharap, dengan program ini masyarakat akan lebih tertarik dengan produk-produk Pegadaian, serta menjadi nasabah loyal salah satu BUMN tersebut. Sunarso mengatakan pihaknya akan mengembangkan program sejenis di desa-desa lain di Indonesia.

Sementara itu untuk menarik minat masyarakat sekaligus sebagai bentuk perhatian Pegadaian terhadap desa Setia Asih, telah diserahkan sejumlah bantuan dana sarana dan prasarana senilai total Rp599,78 juta. Dana ini digunakan untuk membiayai pembangunan bank sampah dan taman desa. (Dika Irawan/Reni Lestari)

Tag : pegadaian
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top