Lahan Tuntas, Bandara Kulon Progo Siap Konstruksi

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan lahan yang telah berhasil dibebaskan mencapai 587,3 hektare (ha) di Kecamatan Temon, Kulon Progo.
Rio Sandy Pradana | 26 Juli 2018 08:49 WIB
Ilustrasi bandara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan lahan yang digunakan untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo sudah kosong dan siap untuk memulai proses konstruksi.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan lahan yang telah berhasil dibebaskan mencapai 587,3 hektare (ha) di Kecamatan Temon, Kulon Progo. Adapun pembangunan fisik bandara akan dilakukan oleh konsorsium PT PP (Persero) Tbk. selaku pemenang lelang.

"Kami tetap optimistis target tidak akan meleset. Harapan masyarakat sudah sangat tinggi, jangan sampai harapan masyarakat tidak terkabul," ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (25/7/2018).

Faik menyatakan akan mengupayakan agar pembangunan bisa segera dimulai dan dipercepat. Pihaknya akan melakukan pengawasan secara khusus dalam proyek tersebut.

Perseroan memperkirakan landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter dan taxiway tuntas 100% pada April 2019. Dalam waktu yang sama, apron dan bangunan terminal bisa mencapai 50%.

Dalam kondisi tersebut, lanjutnya, luas bandara sudah mencapai lima kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. Secara keseluruhan, Bandara Internasional Yogyakarta ini ditargetkan selesai pada kuartal I/2020.

Secara terpisah, Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengungkapkan proses pengosongan lahan yang dilakukan pekan lalu telah berhasil mengeksekusi 33 unit rumah terakhir dan sebuah gudang milik 36 kepala keluarga (KK) dari total 518 KK yang berada di lokasi Ijin Penetapan Lokasi (IPL) bandara.

“Kami bersyukur bahwa proses pengosongan dan relokasi warga ini berlangsung dengan lancar dan kondusif. Terima kasih kami sampaikan khususnya kepada warga terdampak yang telah menerima proses ini," tuturnya.

AP I memberikan beberapa alternatif tempat tinggal gratis bagi warga terdampak yang belum memiliki rumah, yaitu berupa rumah susun (rusun) Triharjo milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Kecamatan Wates, Perumahan Magersari yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Temon, atau tinggal di rumah-rumah warga yang telah disewa dengan lokasi tidak terlalu jauh dari lokasi proyek.

Agus menambahkan fasilitas seperti air bersih, listrik, serta perabotan inti juga telah tersedia di dalam hunian tersebut.

“Beberapa barang milik warga yang belum memutuskan lokasi pindah akan kami jaga dan amankan di rusun atau di rumah sewa. Hewan ternak juga akan kami beri makan dan dititipkan di tempat penampungan," jelasnya.

Warga, imbuh Agus, dapat menghubungi Kantor Help Desk Proyek Bandara Internasional Yogyakarta untuk memastikan keberadaan harta bendanya. Pihaknya hanya bertanggung jawab selama tiga hari untuk menjaga barang-barang tersebut.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengapresiasi AP I yang telah mendirikan Balai Pemberdayaan Masyarakat (BPM) sebagai wahana bagi warga dalam membekali diri dengan keterampilan yang diperlukan. Warga yang berusia produktif dapat mengikuti pelatihan di BPM.

"Ada 300 warga yang mengikuti program pelatihan pengembangan pariwisata berupa pelatihan bahasa Inggris dan program pendukung konstruksi bandara. Nantinya, warga Kulon Progo tidak hanya jadi penonton saat bandara beroperasi,” ucapnya.

Tag : angkasa pura i, Bandara Kulon Progo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top