Takut Gelombang 6 Meter, Nelayan Jabar tak Melaut Seminggu

Aktivitas nelayan di Pantai Selatan Jawa Barat sudah berhenti selama sepekan terakhir karena adanya gelombang pasang tinggi hingga 6 meter.
Wisnu Wage Pamungkas | 26 Juli 2018 14:29 WIB
Seorang nelayan berjalan di antara perahu yang berlabuh di Dermaga Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/11/2010). - Bisnis/Lukman Gusmanto

Bisnis.com, BANDUNG — Aktivitas nelayan di Pantai Selatan Jawa Barat sudah berhenti selama sepekan terakhir karena adanya gelombang pasang tinggi hingga 6 meter.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail mengatakan nelayan sudah mengetahui bahwa musim pancaroba sepekan terakhir ini akan menyebabkan gelombang tinggi terjadi. Terlebih Rabu (25/7/2018) kemarin tinggi gelombang sangat membahayakan.

“Dari pantauan di Selatan, nelayan sudah tidak melaut sejak dua tiga hari sampai seminggu ini, menunggu cuaca bagus, bahaya kalau cuaca seperti ini masih tetap melaut,” katanya saat dihubungi, Kamis (26/7/2018).

Dinas yang dipimpinya sendiri mendapatkan laporan bahwa tak hanya aktifitas melaut terganggu namun sejumlah kerusakan seperti warung dan rumah warga di wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya terdampak. “Ada rumah yang rusak, ada yang mengungsi juga ke tempat yang lebih tinggi, karena takutnya ada gelombang yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Jafar sendiri berharap cuaca buruk dan fenomena alam ini tidak berkepanjangan mengingat saat ini untuk kawasan Selatan khususnya Pangandaran ikan tengah banyak-banyaknya. Dia menunjuk musim ikan kembung, tongkol sudah dimulai di sana. “Sama juga di daerah Rancabuaya, Garut masih belum musim, sudah ada ikan tongkol, layur baru pada keluar,” paparnya.

Namun dia memastikan meski aktifitas nelayan berhenti selama satu pekan, hal ini tidak akan berpengaruh besar pada produksi ikan tangkap di Jabar. “Biasa, itu hal yang biasa nelayan. Kecuali kalau satu, dua bulan terus-terusan, itu baru pengaruh,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Bencana alam gelombang pasang dengan tinggi 6-9 meter menghantam kawasan laut selatan Jawa Barat, sejak Rabu (25/7/2018) lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dicky Saromi mengatakan efek dasyat gelombang pasang tersebut membuat aktifitas di bibir pantai selatan mengalami gangguan dan kerusakan parah. “Kejadian ini melanda Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya hingga Pangandaran,” katanya dalam keterangan pada wartawan, Kamis (26/7/2018).

Kejadian yang terjadi sejak pukul 2 dini hari hingga 8 pagi tersebut menurutnya terjadi secara berurutan di tiap daerah yang berada di kawasan tersebut. Dicky mencatat gelombang pasang di Sukabumi mencapai 3,5-4 meter, lalu Garut 4-5 meter, kemudian Tasikmalaya 5 meter, dan Pangandaran 2-6 meter. “Tertinggi di Cianjur dimana gelombang pasang men capai sekitar 6,5 meter,” ujarnya.

Tag : gelombang tinggi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top