Pengusaha Lokal Ketiban Berkah Maraknya Penipuan Umroh

Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) mendorong masyarakat terlebih dahulu mengenali biro umrah sebelum mendaftarkan diri untuk meminimalisasi kemungkinan kerugian akibat penipuan.
Newswire | 24 Juli 2018 09:57 WIB
Penipuan umroh First Travel mendorong jemaah berhati-hati memilih biro perjalanan. - ANTARA/Sigid Kurnia

Bisnis.com, SOLO – Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) mendorong masyarakat terlebih dahulu mengenali biro umrah sebelum mendaftarkan diri untuk meminimalisasi kemungkinan kerugian akibat penipuan.

"Kami dorong agar masyarakat paham, tetapi di sisi lain calon peserta umrah juga menjadi lebih berhati-hati. Ketika mencari informasi juga mereka lebih detail," kata Ketua Perpuhi Her Suprabu di Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/7/2018).

Ia mengatakan kasus penipuan umrah dengan biaya murah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu justru memberikan dampak positif bagi biro umrah lokal.

"Kami dapat limpahan jemaah yang belum berangkat. Akhirnya mereka lebih memilih biro lokal yang pemiliknya mereka kenal dan kantornya juga ada. Bahkan peningkatan jumlah peserta umrah di biro lokal setelah terjadi kasus tersebut sampai 15 persen," katanya.

Berdasarkan data, dikatakannya, pada musim umrah lalu dari potensi pasar 50.000 orang yang akhirnya berangkat umrah dari Solo sekitar 30.000 orang.

Ia juga mengimbau kepada seluruh anggota Perpuhi yang jumlahnya lebih dari 50 biro tersebut untuk memberikan jaminan para pendaftar bisa berangkat.

"Apalagi sekarang ada aturan dari pemerintah bahwa jemaah umrah harus diberangkatkan maksimal enam bulan setelah pendaftaran atau tiga bulan setelah melunasi pembayaran. Kalau dulu kan jemaah bisa menunggu sampai satu tahun, kalau sekarang tidak bisa begitu," katanya.

Di sisi lain, ia juga berharap agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh umrah murah yang akhirnya justru berujung pada penipuan.

"Kalau aturan dari pemerintah kan idealnya biaya umrah di atas Rp20 juta, tetapi sampai saat ini masih ada biro tidak berizin yang menerapkan biaya di bawah itu. Mereka tidak berizin sehingga lebih bebas memberikan harga," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya berupaya terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas dalam menentukan pilihan biro umrah yang akan digunakan.

"Salah satunya melalui pameran, di situ kami sekaligus memberikan sosialisasi. Kami juga terbuka ketika ada promo dari maskapai penerbangan yang akan melayani perjalanan jemaah, kami kembalikan promo tersebut ke jemaah. Jadi yang menikmati masyarakat," katanya.

Sumber : Antara

Tag : umroh
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top