BANDARA BARU YOGYAKARTA : Proyek Fisik Kulon Progro Dimulai Bulan Depan

JAKARTA--PT Angkasa Pura I menargetkan pengerjaan proyek fisik Bandara International Yogyakarta di Kulon Progo akan dimulai pada Agustus 2018.
Rio Sandy Pradana | 20 Juli 2018 02:00 WIB
Warga menggarap tambak udang di dekat area lahan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Rabu (22/11). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

JAKARTA--PT Angkasa Pura I menargetkan pengerjaan proyek fisik Bandara International Yogyakarta di Kulon Progo akan dimulai pada Agustus 2018.

Corporate Secretary Angkasa Pura (AP) I Israwadi mengatakan masyarakat setempat juga telah diberikan sosialisasi terkait dengan eksekusi pembangunan tersebut. Kehadiran bandara itu merupakan pengganti Bandara Adisucipto yang kondisinya sudah tidak layak karena melebihi kapasitas.

“Kami sedang konsolidasi dengan konsorsium di lapangan. Pembangunan mudah-mudahan sekitar Agustus atau bisa dimulai lebih cepat,” katanya, Kamis (19/7).

Menurutnya, masih ada 34 orang yang masih menolak untuk meninggalkan lokasi pembangunan fisik bandara. Alasannya, mereka menolak rencana pembangunan bandara, bukan mempermasalahkan nominal uang ganti rugi.

Dia menjelaskan semua proses hukum terkait dengan penggantian lahan sudah dijalankan melalui Panitia Pengadaan Tanah. Bahkan, tugas dari panitia tersebut kini juga sudah selesai dan uang ganti masyarakat telah dititipkan kepada pengadilan negeri.

Masyarakat, lanjutnya, tinggal mengambil uang ganti ke pengadilan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Besaran uang ganti juga diklaim sudah sangat tinggi, sehingga tidak membuat masyarakat kecewa.

AP I telah menggelontorkan total dana investasi sebagai nilai ganti rugi untuk 587,3 hektare tanah senilai Rp4,13 triliun. penilaian harga tanah bisa mencapai Rp1,5 juta per meter persegi-Rp2 juta per meter persegi, sedangkan nilai jual objek pajak (NJOP) hanya sebesar Rp60.000 per meter persegi-Rp80.000 per meter persegi.

Isrwadi juga menyatakan PP KSO sebagai pemenang lelang proyek pembangunan fisik Bandara International Yogyakarta di Kulon Progo yang diumumkan pada 5 Juli 2018.

“Proyek akan dikerjakan oleh PP KSO. Mereka meraih penilaian dengan skor tertinggi dibandingkan dengan konsorsium lain,” katanya.

Dia menambahkan proses seleksi dilakukan baik secara administratif maupun teknis dengan dibantu oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4P) Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP).

Sebelumnya, proses lelang diikuti oleh tiga konsorsium, yakni PP KSO, Waskita Adhi Abipraya KSO, dan Wika Utama Nindya KSO

Pihaknya menuturkan model pengerjaan proyek pembangunan bandara yang diproyeksikan sebagai pengganti Bandara Adi Sucipto tersebut hanya terdapat satu paket pengerjaan. Pengerjaan landasan pacu (runway) sepanjang 3.250 meter ditargetkan rampung pada April 2019.

KOMISARIS BARU

Sementara itu, Kementerian BUMN merombak susunan komisaris AP I dengan memasukkan tiga nama yaitu Djoko Sasono, Tri Budi Satriyo, dan Ali Mochtar Ngabalin.

Corporate Communication Senior Manager AP I Awaluddin mengatakan Djoko Sasono diangkat menjadi Komisaris Utama perusahaan menggantikan Andi Widjajanto yang sebelumnya menjadi Komisaris Utama sejak 4 April 2017.

Untuk Tri Budi Satriyo diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris menggantikan Boy Syahril Qamar yang telah menjabat sebagai Komisaris Independen sejak 7 April 2014.

“Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris menggantikan Selby Nugraha Rahman yang telah menjabat sejak 25 Oktober 2015,” kata Awaluddin.

Djoko Sasono menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, sementara Tri Budi Satriyo berlatar belakang dari lingkungan TNI dengan pangkat Marsekal Muda.

Adapun, Ali Mochtar Ngabalin merupakan politisi dari Partai Golkar yang pada Mei 2018 lalu diangkat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden.

Dia menambahkan Anandy Wati yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris sejak 7 April 2014, ditetapkan menjadi Komisaris Independen.

Dia menjelaskan pengangkatan dan pemberhentian komisaris itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham AP I No. SK-210MBU/07/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris serta Penetapan Komisaris Independen AP I (Persero) pada 19 Juli 2018.

Asisten Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan II Kementerian BUMN Wien Irwanto menyerahkan surat keputusan itu kepada pejabat Komisaris baru yang dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris AP I beserta pejabat Kementerian BUMN.

“Kami yakin hadirnya para komisaris baru ini akan membawa kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan yang tengah melakukan percepatan pembangunan bandara baru dan infrastruktur pendukung pada 2018,” kata Wien.

Dengan masuknya tiga nama baru, susunan Dewan Komisaris AP I adalah Komisaris Utama Djoko Sasono, anggota Harry Z. Soeratin, Suprasetyo, Ali Mochtar Ngabalin, Tri Budi Satriyo dan komisaris independen Anandy Wati. (Rio Sandy Pradana)

Tag : Bandara Kulon Progo
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top