BI Menilai Sinyal Perbaikan Ekonomi Makin Kuat

Sinyal pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun ini kian kuat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi terpakai pada seluruh lapangan usaha.
Hadijah Alaydrus | 12 Juli 2018 18:33 WIB
Pertumbuhan - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Sinyal pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun ini kian kuat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi terpakai pada seluruh lapangan usaha.

Dari survei kegiatan dunia usaha Bank Indonesia, tingkat pengunaan kapasitas utilisasi secara rata-rata pada kuartal kedua tahun ini tercatat meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni mencapai 78,40%. Persentase utilitas tersebut memang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun lalu yang mencapai 77,01%.

Bahkan, utilitas pada kuartal II/2018 lebih baik dibandingkan tahun 2016 sebesar 77,01% dan 2015 sebesar 77,87%.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati menuturkan peningkatan kapasitas produksi terpakai ini terjadi di hampir seluruh sektor usaha, yakni pertanian, industri, listrik, gas dan air minum.

"Yang sudah tinggi sekali ini mengindentifikasikan bahwa sektor ini seharusnya menambahkan lagi kapasitasnya karena sudah 85%. Biasanya sudah sampai 80%, itu seharusnya ditambah lagi," kata Yati di Kantor Bank Indonesia, Kamis (12/7).

Dengan demikian, dia menegaskan geliat dunia usaha mulai muncul seiring dengan permintaan yang membaik. Hal ini diperkuat oleh Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89% pada kuartal II/2018, meningkat dari 8,23% pada kuartal I/2018.

Menurut data survei kegiatan dunia usaha BI, peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan (SBT 3,96%). Menurut BI, perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) – SKDU yang berada pada fase ekspansi pada kuartal II/2018 dengan indeks sebesar 52,40%.

"Kinerja kuartal II lebih baik daripada kuartal I. Kalau di atas 50%, artinya ada ekspansi usaha. Ekspansi kuartal I lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya," tegas Yati.

Perlu diketahui, ekspansi dunia usaha di kuartal II lebih banyak karena peningkatan volume pesanan. Survei BI melihat mulai banyak pesanan, sehingga produksi juga meningkat. "Volume pesanan mencapai 54,57% dan volume produksi 54,39%."

Ke depan, ekspansi kegiatan usaha diperkirakan akan terus berlanjut tercermin pada SBT yang tetap positif. SBT perkiraan kegiatan usaha pada kuartal III/2018 diperkirakan hanya sebesar 17,73% dari SBT kuartal sebelumnya sebesar 20,89%.
Dengan demikian, perkiraan ekspansi usaha pada kuartal III/2018 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, BI melihat perlambatan kegiatan usaha diperkirakan terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan dengan SBT sebesar 0,40%, lebih rendah dibandingkan 2,81% pada triwulan sebelumnya.

Tag : bank indonesia, Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top