Panen Padi: Bali Yakin Capai 850.000 Ton Meski Ada Erupsi Gunung Agung

Ttarget produksi komoditas beras dan lainnya tidak mengalami revisi. Dia menegaskan lahan yang terkena dampak hanya di sekitar Gunung Agung seperti daerah lereng yang terbakar.
Feri Kristianto | 11 Juli 2018 16:48 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR—Pasokan komoditas pangan di Bali dapat dipastikan tetap aman meskipun di beberapa tempat sempat mengalami kendala akibat hujan abu erupsi Gunung Agung.

Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Bali Ida Bagus Wisnuardhana menyatakan target produksi komoditas beras dan lainnya tidak mengalami revisi. Dia menegaskan lahan yang terkena dampak hanya di sekitar Gunung Agung seperti daerah lereng yang terbakar.

“Kami optimistis selalu, tidak akan mengubah target produksi padi dan yang lain,” jelasnya, Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut dijelaskan Wisnuardhana bahwa daerah yang terdampak abu Gunung Agung berada di Kabupaten Karangasem. Daerah ini bukan penghasil komoditas padi melainkan lebih fokus ke hortikutura seperti cabai, tomat dan sayur-mayur. Adapun lokasi pertanian padi tersebar di Tabanan, Gianyar dan Buleleng yang jaraknya cukup jauh serta aman dari erupsi Gunung Agung.

Wisnu menekankan optimistis target produksi 850.000 ton gabah kering giling bisa tercapai. Tahun lalu, total produksi gabah kering giling sebanyak 845.000 ton. Dia menyakinkan bahwa panen akan tetap berjalan seperti yang sudah dicanangkan.

Ditekankan Wisni bahwa sektor pertanian tidak akan mengalami dampak signifikan akibat Gunung Agung. Terkait dengan cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, Wisnu mengatakan petani sudah mengantisipasinya. Dia menuturkan panen raya di Bali masih sesuai prediksi yakni Oktober dan November

“Erupsi tahun ini juga beda, tidak sebesar tahun lalu, sehingga kami optimistis tidak akan mengganggu dan ketahanan pangan di Bali masih mencukupi,” jelasnya.

Tag : bali, padi, gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top