HUNIAN JAKARTA : PGL Tawarkan Rumah Murah di Kelapa Gading

Permata Graha Land (PGL), pengembang yang mulai menjajaki pasar properti nasional mencoba menghadapi tahun politik dengan memasarkan hunian terjangkau di kawasan elit, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Anitana Widya Puspa | 06 Juli 2018 02:00 WIB

JAKARTA-- Permata Graha Land (PGL), pengembang yang mulai menjajaki pasar properti nasional mencoba menghadapi tahun politik dengan memasarkan hunian terjangkau di kawasan elit, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

CEO PGL, Frendcis Halim mengatakan, unit klaster Woodland di Perumahan Permata Gading Residence, Kelapa Gading telah berhasil dijual hampir 70% pada tahap pertama. Ke depannya, PGL berencana melakukan ekspansi di kawasan Kelapa Gading secara bertahap dengan luas lahan mencapai 10 Ha. Ekspansi tersebut mencakup hunian dan kawasan komersial.

Selain strategi bisnis, menurutnya, untuk menghadapi kelesuan properti di tahun politik, kebijakan relaksasi LTV yg dikeluarkan oleh pemerintah juga memberikan dampak signifikan terhadap strategi bisnis PGL.

"Kebijakan tersebut dapat menstimulus konsumen untuk membeli produk properti pada tahun pemilu. Kami akan mencoba menangkap peluang," katanya Kamis (5/7).

PGL lebih dulu berkiprah sebagai pengembang lokal dengan pembangunan di Sidoarjo (Jatim), Solo (Jateng), dan sekitarnya. Perumahan Permata Gading Residence menjadi perumahan pertama di Jakarta yang dibangun oleh perusahaan dengan konsep hunian eksklusif dan strategis.

Dengan target pasar keluarga muda, perumahan dengan total luas area 3,8 hektare ini menawarkan harga di bawah Rp1 miliar per unit untuk sebuah hunian di ibu kota. Harga rata-rata hunian di Kelapa Gading sudah di atas Rp1 miliar.

Sebelumnya, di kawasan ini Permata Graha Land (PGL) telah meluncurkan proyek tahap ketiga dengan nilai investasi Rp 200 miliar. Frendcis melanjutkan dengan antusiasme konsumen terhadap produk sebelumnya mendorong perusahaan untuk mengembangkan satu hunian klaster terbaru yaitu Woodland.

Klaster Woodland hadir dengan 2 tipe, yaitu Oak dan Pine. Klaster itu dibangun tidak ubahnya sebuah unit apartemen dua tempat tidur atau satu tempat tidur dengan harga yang hampir sama. Meski terbilang murah untuk kawasan Kelapa Gading, lanjut Halim, hunian tersebut menyiapkan fasilitas, mulai dari club house, pusat komunitas dan keluarga, pusat kebugaran, dan pusat kuliner.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan bahwa memang masih ada pengembang berani menjual hunian di bawah Rp 1 miliar di kawasan Kelapa Gading. Alasan utama, menurut dia, fasilitas di kawasan itu sangat lengkap.

“Dan sudah dua tahun ini tidak banjir parah, khususnya kawasan Kelapa Gading belakang yang relatif lebih tinggi, sebaliknya kawasan lama di depan malah banjir,” ujar Ali.

Tag : perumahan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top