SEKTOR PERTANIAN : Kementan Dorong Budi Daya Hortikultura

JAKARTA – Kementerian Pertanian mengimbau para petani untuk tak segan membudidayakan tanaman hortikultura yang diyakini mampu mendorong pendapatan petani jika dilakukan secara serius.
Pandu Gumilar | 02 Juli 2018 02:00 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian mengimbau para petani untuk tak segan membudidayakan tanaman hortikultura yang diyakini mampu mendorong pendapatan petani jika dilakukan secara serius.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertania Prihasto Setyanto mengatakan, jika digeluti serius dan terus, hasil hortikultura seperti cabai, bawang merah, buah-buahan, aneka sayuran daun, tanaman obat, hingga jamur akan menghasilkan pendapatan yang berlipat-lipat.

Prihasto memberi contoh, petani yang melakukan budi daya cabai di Maluku mampu menghasilkan pendapatan bersih Rp120 juta dalam setahun dari penanaman 6.000 batang cabai rawit varietas Dewata 43. Padahal, luas lahan garapan yang dimiliki hanya 0,3 hektare, dengan modal tanam sebesar Rp20 juta sampai Rp30 juta.

“Dengan catatan, petani harus mau berkelompok dan mau menerapkan manajemen pola tanam supaya pasokan dan harga bisa dijaga stabil,” katanya, Minggu (1/7).

Kementan mencatat produksi cabai 2014 mencapai 1,88 juta ton dan pada 2016 naik menjadi 2,1 juta ton atau naik 3%. Adapun dengan peningkatan tersebut, pemerintah berani melarang masuknya impor cabai dari luar negeri.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun ini mengklaim sudah swasembada cabai khususnya untuk jenis cabai rawit merah berkat penggalakan program tanam cabai sejak 2015.

Sekretaris Dinas Pertanian Maluku Djasmin Badjak menyebutkan Provinsi Maluku saat ini sudah mampu swasembada cabai khususnya untuk jenis cabai rawit merah. Hal tersebut dibuktikan saat momentum puasa dan hari raya lebaran kemarin dengan harga jual yang stabil di kisaran Rp30.000 per kg-Rp40.000 per kg.

“Harganya juga sangat bersahabat dengan petani sehingga mereka semakin semangat mengembangkan cabai rawit,”katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Maluku, sambung Djasmin, kebutuhan cabai rawit di Kota Ambon per tahun sekitar 750 ton. "Seluruhnya bisa dipenuhi petani lokal Maluku terutama dari daerah Teluk Ambon, Pulau Buru dan Seram,” tukasnya.

Kontribusi produksi cabai Indonesia lebih didominasi oleh produksi yang dihasilkan dari Jawa, yakni 54,11% dari total produksi cabai Indonesia atau sebesar 996,26 ribu ton per tahun, sedangkan Luar Jawa menyumbang 45,47% atau 830,67 ribu ton per tahun.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas perhatian pemerintah tahun ini.

Selain menggenjot produksi, upaya lain yang dilakukan Kementan ialah dengan mengajak peritel, koperasi, dan organisasi yang mewakili kepentingan petani untuk bekerja sama secara terintegrasi dari ke hulu hingga hilir.

“Dengan begitu, akan terjadi efisiensi rantai pasok dari petani sampai ritel, sehingga pasokan lancar dan harga stabil,” katanya. (Pandu Gumilar)

Tag : hortikultura, cabai
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top