Maluku Klaim Sudah Swasembada Cabai

Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun ini mengklaim sudah swasembada cabai khususnya untuk jenis cabai rawit merah berkat penggalakan program tanam cabai sejak 2015.
Pandu Gumilar | 01 Juli 2018 20:18 WIB
Pedagang cabai rawit. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun ini mengklaim sudah swasembada cabai khususnya untuk jenis cabai rawit merah berkat penggalakan program tanam cabai sejak 2015.

Sekretaris Dinas Pertanian Maluku Djasmin Badjak menyebutkan Provinsi Maluku saat ini sudah mampu swasembada cabai khususnya untuk jenis cabai rawit merah. Hal tersebut dibuktikan saat momentum puasa dan hari raya lebaran kemarin dengan harga jual yang stabil di kisaran Rp30.000 per kg-Rp40.000 per kg.

“Harganya juga sangat bersahabat dengan petani sehingga mereka semakin semangat mengembangkan cabai rawit,”katanya dalam keterangan resmi, Minggu (1/7/2018).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Maluku, sambung Djasmin, kebutuhan cabai rawit di Kota Ambon per tahun sekitar 750 ton. "Seluruhnya bisa dipenuhi petani lokal Maluku terutama dari daerah Teluk Ambon, Pulau Buru dan Seram,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas perhatian pemerintah tahun ini.

Selain menggenjot produksi, upaya lain yang dilakukan Kementan ialah dengan mengajak peritel, koperasi, dan organisasi yang mewakili kepentingan petani untuk bekerja sama secara terintegrasi dari ke hulu hingga hilir.

“Dengan begitu, akan terjadi efisiensi rantai pasok dari petani sampai ritel, sehingga pasokan lancar dan harga stabil,” katanya.

Berdasarkan catatan Kementan, kontribusi produksi cabai Indonesia lebih didominasi oleh produksi yang dihasilkan dari Jawa, yakni 54,11% dari total produksi cabai Indonesia atau sebesar 996,26 ribu ton per tahun, sedangkan Luar Jawa menyumbang 45,47% atau 830,67 ribu ton per tahun.

Tag : cabai
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top