BPR DI NTB : Rasio NPL Lebih dari 14%

MATARAM -- Bank Perkreditan Rakyat di Nusa Tenggara Barat dalam kondisi yang tidak prima. Rasio non performing loan (NPL) BPR di NTB mencapai 14,16% pada Maret 2018 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 12,26%. \n
Eka Chandra Septarini | 31 Mei 2018 02:00 WIB

MATARAM -- Bank Perkreditan Rakyat di Nusa Tenggara Barat dalam kondisi yang tidak prima. Rasio non performing loan (NPL) BPR di NTB mencapai 14,16% pada Maret 2018 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 12,26%.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTB Farid Faletehan mengatakan, salah satu penyebab tingginya rasio NPL BPR di NTB, karena ada beberapa BPR yang memberikan kredit dalam jumlah besar kepada nasabah namun tidak bisa dilunasi.

"Memang kondisi BPR saat ini tengah menurun dilihat dari nilai NPL-nya. Ini karena ada BPR yang memberikan kredit dalam jumlah besar kepada nasabah bahkan di atas Rp200 juta dan itu menjadi kredit macet," ujar Farid dalam kesempatan Buka Puasa Bersama Media di Mataram, belum lama ini.

Guna memperbaiki kondisi BPR tersebut, OJK telah memberikan arahan untuk menghentikan penyaluran dana dalam jumlah besar oleh BPR. OJK akan mengarahkan agar BPR kembali menyalurkan kredit kepada nasabah-nasabah dengan nilai pinjaman yang relatif kecil. Hal ini dilakukan agar performa BPR dari sisi NPL bisa lebih baik.

Menyadari kondisi yang tidak baik tersebut, sejumlah BPR di wilayah Bima dan Dompu secara mandiri telah membentuk tim untuk mempercepat proses penyelesaian NPL di wilayahnya.

"Menurut laporan setidaknya ada 5 BPR di Bima dan Dompu yang sudah membentuk tim untuk mengatasi hal ini. Tim ini akan jadi contoh untuk BPR di daerah-daerah lain di NTB dalam menyelesaikan persoalan ini," ujar Farid.

Hingga akhir tahun, ditargetkan NPL BPR di NTB bisa berada di bawah 10%. Bila hal tersebut berhasil dilakukan, OJK akan menggandeng BPR untuk menyalurkan kredit sangat mikro dengan maksimal kredit sebesar Rp3 juta.

"Program ini sudah pernah dilakukan di Jawa Tengah. Kami akan coba terapkan di sini kalau nilai NPL-nya sudah membaik. Di Jateng itu bunganya sekitar 2%-3% per bulan," ujar Farid.

BPR di NTB banyak menyalurkan kredit ke sektor perdagangan dan pertanian. Dua sektor ini masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 0,77% dan 5,79 secara year to date (ytd).

Tag : bpr
Editor : Abraham Runga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top