JELANG LEBARAN: Kenaikan Harga Pangan di Sulsel Dinilai Masih Wajar

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) wilayah Makassar menilai kenaikan harga pangan di beberapa wilayah Sulsel masih dalam tahap wajar
| 28 Mei 2018 12:48 WIB
Pedagang telur di pasar tradisional. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, MAKASSAR - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) wilayah Makassar menilai kenaikan harga pangan di beberapa wilayah Sulsel masih dalam tahap wajar.

Beberapa komoditi yang telah mengalami kenaikan harga seperti daging ayam, telur ayam, cabai, dan bawang merah.

Aru Armando, Kepala KPPU Makassar menyatakan kenaikan harga untuk komoditi tersebut berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000. Meski begitu, ia mengaku pengawasan ketat akan tetap dilakukan selama Ramadan hingga Idul Fitri.

"Untuk kenaikan harga di kisaran itu sepertinya masih wajar. Sejauh ini kami belum ada temuan kartel ataupun persaingan tidak sehat antar pengusaha di lapangan," ungkap Aru Armando.

Ia merincikan berdasarkan temuannya di pasaran, seperti telur ayam, sebelum Ramadan harga untuk satu rak Rp38 ribu kini naik menjadi Rp42 ribu per rak. Lalu cabai merah sebelumnya Rp32 ribu per kg, kini naik menjadi Rp45-50 ribu per kg.

Menurut Aru Armando, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar, selama kenaikan harga tersebut tidak mencapai 50%.

"Jika ditemukan fakta terkait adanya kartel di lapangan, barulah KPPU akan turun tangan menindaki perkara tentang kecurangan dalam persaingan usaha yang dilakukan," jelas Aru Armando.

Namun lebih lanjut ia menjelaskan, kenaikan harga tidak melulu terjadi karena adanya konspirasi atau tindak curang dari para pengusaha maupun produsen. Tetapi karena stok pangan terbatas, mengingat kebutuhan masyarakat selama Ramadan cenderung meningkat dua kali lipat. 

Tag : telur
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top