Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hujan Semalam Memicu Banjir & Longsor di Wilayah Trenggalek

Hujan sehari-semalam yang merata di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sejak Minggu (15/10) hingga Senin memicu banjir dan tanah longsor, sehingga menyebabkan lebih dari 110 unit rumah penduduk setempat rusak berat maupun ringan.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 16 Oktober 2017  |  19:40 WIB
Ilustrasi. - JIBI
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, TRENGGALEK – Hujan sehari-semalam yang merata di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sejak Minggu (15/10) hingga Senin memicu banjir dan tanah longsor, sehingga menyebabkan lebih dari 110 unit rumah penduduk setempat rusak berat maupun ringan.

Belum ada laporan korban jiwa dalam rentetan bencana yang terjadi hampir bersamaan pada Senin dini hari hingga siang tersebut. Namun, kerugian materiil diprediksi cukup besar.

Selain merusak lebih 110 rumah penduduk, longsor dan banjir yang melanda belasan desa di enam kecamatan berbeda di Trenggalek itu juga menyebabkan akses jalan antarkecamatan di Munjungan terputus, beberapa fasilitas publik seperti pasar tradisional lumpuh terendam banjir, sekolah jebol hingga kerusakan berat sejumlah infrastruktur.

"Hujan mengguyur sejak kemarin [Minggu, 15/10] siang sehingga memicu bencana banjir dan tanah longsor di hampir semua kecamatan di Trenggalek. Untuk yang terparah terjadi di ruas jalan raya Kampak-Munjungan sehingga arus lalu lintas teroutus total tapi masih ada jalur alternatif," kata Kepala BPBD Trenggalek Djoko Rusianto, Senin (16/10/2017).

Data sementara yang disampaikan Djoko, titik-titik longsor terpantau di wilayah Munjungan, Panggul, Pule, Dongko serta Kampak. Sementara bencana banjir dilaporkan terjadi di dua desa di Kecamatan Munjungan, di (Kecamatan) Pogalan, Panggul, dan Watulimo.

Untuk banjir di Panggul dan Watulimo dilaporkan sudah surut dampak luberan air sungai menuju muara, yang kemudian menggenang hingga pemukiman penduduk dan pasar tradisional setempat.

Namun, untuk banjir di Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan dilaporkan cukup parah karena pembangunan talud di titik tempuran atau area pertemuan dua sungai setempat menyebabkan air bah meluber satu arah dan langsung menerjang pemukiman penduduk sekitar.

"Memang banjir hampir selalu terjadi setiap tahun di sini [Munjungan]. Namun dengan pembangunan talud beberapa waktu lalu, jika dulu banjir terpecah menjadi dua arah kini luberan air sungai mengarah satu titik ke Desa Munjungan," kata Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Upaya pendataan dan penanganan bencana sampai saat ini terus dilakukan oleh tim BPBD Trenggalek dibantu aparat kepolisian, TNI, relawan, dan warga. Untuk rumah-rumah yang rusak terdampak longsor sebagian mulai dibersihkan dengan swadaya masyarakat.

Untuk kerusakan berat, seperti terjadi pada bangunan SMP Negeri Satu Atap Dongko, dan sejumlah rumah penduduk, upaya pembersihan dan diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari.

"Konsentrasi kami sementara ini difokuskan di Munjungan, terutama di jalur Kampak-Munjungan yang putus total akibat longsor ini. Kami upayakan hari ini juga preses normalisasi bisa dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat yang didatangkan khusus dari Trenggalek," kata Emil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : News Editor
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top