Sektor Pariwisata Solusi Defisit Transaksi, tapi Kurang Optimal

Oleh: Edi Suwiknyo 09 November 2018 | 07:51 WIB
Sektor Pariwisata Solusi Defisit Transaksi, tapi Kurang Optimal
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara./Antara-Andika Wahyu

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan sektor pariwisata dan jasa dianggap sebagai solusi untuk mengatasi defisit transaksi berjalan yang pada kuartal III/2018 diproyeksikan melebar di atas 3%.

Ekonom Indef Eko Listianto mengatakan, sektor pariwisata sebenarnya sangat potensial sebagai sumber pundi-pundi rupiah. Namun demikian, sektor ini kurang optimal lantaran hanya terfokus di beberapa titik saja.

"Masih Bali sebagai tujuan utama, padahal ada daerah lain yang bisa dikembangkan," kata Eko kepada Bisnis, Kamis (8/11/2018).

Pariwisata, menurut Eko, cukup ampuh menekan berbagai risiko yang berasal dari eksternal. Pengalaman beberapa negeri jiran seperti Thailand atau Malaysia, dengan upaya mengoptimalkan sektor tersebut terbukti mampu membawa kedua negara lebih stabil dibandingkan Indonesia ketika menghadapi risiko eksternal.

Dengan perannya yang cukup strategis, pemerintah diminta untuk berinovasi melalui berbagai macam kebijakan untuk menarik banyak wisatawan ke Indonesia. Di samping itu, melihat tren akhir tahun, pemerintah juga perlu mengimbau warga asal Indonesia untuk menunda perjalannya ke luar negeri

"Misalnya cukup berwisata di Indonesia. Intinya di saat kondisi seperti ini, inovasi cukup penting," jelasnya.
 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya