RASTER : Tuntutan Berat KPK untuk Zumi Zola

Oleh: Rahmad Fauzan 09 November 2018 | 02:00 WIB
RASTER : Tuntutan Berat KPK untuk Zumi Zola
Tersangka kasus dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun 2018 Zumi Zola mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar atau setara dengan penggantian penjara 6 bulan.

Tuntutan terhadap mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tergolong cukup berat. Zumi dituntut terkait dengan kasus gratifikasi pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi 2018.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Zumi Zola 8 tahun penjara pidana denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan penjara,” ujar jaksa KPK Iskandar Marwanto dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Zumi Zola menerima gratifikasi senilai Rp40,44 miliar dan US$177.300 dari para rekanan terkait dengan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

KPK menyatakan, Zumi menerima gratifikasi dari tiga orang dekatnya, yaitu mantan Kepala Dinas PUPR Arfan, lalu Apif dan Asrul Pandapotan Sihotang selaku mantan bendahara dalam tim kampanye Zumi dalam Pemilihan Gubernur Jambi.

Selain itu, KPK mendakwa Zumi Zola melakukan atau ikut serta memberikan janji kepada jajaran DPRD Jambi uang di kisaran Rp200 juta—Rp250 juta per anggota. Menurut Jaksa, uang tersebut diduga untuk mengesahkan RAPBD Provinsi Jambi.

Kasus suap pembahasan RABPB Provinsi Jambi bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar oleh KPK. Dalam operasi itu, KPK sempat menciduk Supriyono pada Selasa (28/11) siang tahun lalu, setelah menerima duit suap dari pejabat Pemerintah Provinsi Jambi.

Uang tersebut merupakan imbalan bagi anggota DPRD Jambi agar mereka menghadiri pengesahan RAPBD 2018. Dalam kasus ini, Supriyono yang juga kader PAN telah divonis 6 tahun penjara.

Zumi Zola dituntutu dengan pelanggaran Pasal 12B Undang-undang No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Dia juga diyakini jaksa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. (Rahmad Fauzan)

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor: Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkini Lainnya