PERTANIAN DAERAH : Pasokan Jagung Jateng Aman

Oleh: k28 08 November 2018 | 02:00 WIB

SEMARANG— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis produksi jagung mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Pasalnya, produksi jagung Jateng tercatat mencapai 3,5 juta ton.

Kepala Distanbun Jateng Yuni Astuti mengatakan, kebutuhan jagung di Jawa Tengah mencapai 2 juta ton. Angka tersebut dari total seluruh kebutuhan jagung baik untuk industri pakan ternak maupun peternak ayam mandiri.

"Produksi jagung di Jateng cukup melimpah, dari data terkahir yang diperoleh produksi jagung capai 3,5 juta ton, padahal kebutuhan hanya 2 juta ton sehingga Jateng alami suplus jagung sampai 1,5 juta ton," kata Yuni, Rabu (7/11).

Dia menambahkan, konsumen di Jawa Tengah tidak memerlukan jagung impor. Pasalnya, Jateng merupakan salah satu penghasil jagung yang cukup besar dan didistribusikan ke daerah lain untuk industri pakan ternak, seperti ke Jawa Barat.

"Terkait impor jagung saya rasa Jateng tidak memerlukannya karena masih surplus. Meski begitu, saya tidak bisa menjamin apakah jagung impor ada yang masuk ke Jateng karena kewenangannya ada di pusat," tuturnya.

Adapun, dari data Kementerian Pertanian, produksi dan pasokan jagung secara nasional tahun 2018 sudah surplus sebesar 12 juta ton PK.

Sementara itu, perhitungan Kementan menyimpulkan realisasi luas tanam Juni-September 2018 mencapai seluas 1, 32 juta hektare, dengan perkiraan panen September-Desember seluas 1,26 juta hektare. Dari perhitungan tersebut, diperkirakan produksi yang dihasilkan sebesar 7,18 juta ton PK.

Dari sisi konsumsi, diperkirakan pada bulan tersebut kebutuhannya mencapai 5,13 juta ton pipilan kering (PK) yang terdiri untuk konsumsi langsung, industri pakan, peternak layer, industri pangan lainnya dan produksi benih.

Artinya masih ada surplus 2,05 juta ton PK pada periode September-Desember. Kondisi tersebut menunjukkan suplai jagung dalam negeri akan tetap aman sampai akhir tahun.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro menyebutkan pihaknya siap mendukung calon investor yang berminat untuk mengembangkan produksi jagung.

Salah satunya adalah PT Rajawali Nusantara yang berencana untuk menanam jagung di Banggai, Sulawesi Tengah dan PTPN VIII di Jabar dan Banten. Namun, Syukur tak menjelaskan seberapa luas lahan yang akan dikembangkan perusahaan tersebut.

“Kalau untuk [lahan] inti, mereka [perusahaan] kembangkan sendiri, tapi untuk plasmanya kalau masyarakat membutuhkan dukungan dari kita, misalnya benih dan sebagainya, sepanjang dalam bentuk kelompok, CPCL [calon petani calon lokasi]-nya jelas, itu tugas kami untuk mendukung mereka,” kata Syukur beberapa waktu lalu. (k28/Juli E.R.Manalu)

Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkini Lainnya