UMKM Didorong Kembangkan Wisata Berbasis Komunitas

Oleh: M. Richard 08 November 2018 | 15:24 WIB
UMKM Didorong Kembangkan Wisata Berbasis Komunitas
Wisatawan berfoto dengan latar pemandangan Dream Beach, Nusa Lembongan, Bali, Rabu (21/3/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- ICPI mendukung adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan community-based tourism dengan keterlibatan koperasi.

Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari mengatakan ide untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pariwisata adalah keharusan.

"Saya mendukung sekali, harusnya memang ini yang digalakkan dari dulu. Selama ini pariwisata itu hanya digarap oleh pengusaha besar, dan masyarakat hanya menjadi pekerja," katanya kepada Bisnis.com, Rabu (7/11/2018).

Hanya saja, dia berharap pemerintah tidak pilih kasih dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengembangkan pariwisata. 

Pasalnya, pengembangan pariwisata justru lebih banyak dengan badan hukum perseroan terbatas, dimana masyarakat menjadi pemilik sahamnya.

Apapun bentuknya, dia menjelaskan, community base tourism adalah bentuk pemberdayaan pariwisata yang paling baik karena masyarakat justru memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi.

"Itu kalau di Sanur [Bali] masayarat buat PT, mereka kelola semua dari hotel, pantai, wisatanya. Mereka justru lebih rajin dan peduli lingkungan," ucapnya.

Oleh karena itu, dia berharap, upaya tersebut tidak hanya menjadi sekedar paltform yang pupus ditengah jalan, tetapi menjadi priotitas dalam pengembangan pariwisata kedepannya.

Adapun, pemerintah semakin optimistis melanjutkan program pendampingan kepada koperasi di 14 wilayah untuk menggarap pariwisata. 

Pasalnya, pemerintah memandang tingginya bujet akomodasi di hotel non berbintang mancanegara menjadi peluang bagi masyarakat desa.

Berdaraskan data Badan Pusat Statistik, tingkat penghunian kamar pada hotel non bintang pada 2015, 2016, dan 2017 masing-masing mencapai 33,21%, 34,85%, dan 33,66%.

Editor: Wike Dita Herlinda

Berita Terkini Lainnya