Dubai Jadi Tuan Rumah WCCE 2020

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 08 November 2018 | 14:11 WIB
Dubai Jadi Tuan Rumah WCCE 2020
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi (tengah) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berswafoto dengan latar belakang peserta konferensi pada pembukaan Konferensi Internasional Ekonomi Kreatif (WCCE) di Nusa Dua, Bali, Rabu (7/11/2018)./ANTARA-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR – Dubai akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2020 setelah sukses digelar di Bali, tahun ini.
 
Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan WCCE yang diprakarsai Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah mendapat sambutan yang sangat hangat dari 2.000 peserta dari 30 negara yang hadir. Bahkan, banyak proposal yang diajukan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan WCCE kedua yang jatuh pada 2020.
 
Adapun Uni Emirat Arab (UEA) telah mengajukan proposal sejak hari pertama gelaran WCCE 2018 atau Selasa (6/11/2018). Walaupun tidak menyebutkan negara lain yang juga mengantre untuk menjadi tuan rumah, hal ini dinilai membuktikan WCCE yang diprakarsai Indonesia telah mampu menjadi agenda dunia.
 
“Secara teknis sudah diterima Indonesia bahwa WCCE 2020 akan dilaksanakan di Dubai, tapi sebenarnya sudah antre beberapa negara untuk menjadi tuan rumah selanjutnya. Jadi untuk menjadi agenda dunia tercapai,” ujarnya, Kamis (8/11).
 
Wakil Kepala Bekraf Ricky J. Pesik mengatakan WCCE saat ini telah menjadi milik dunia dan Indonesia patut berbangga.
 
Menurutnya, Indonesia telah berhasil menjadikan kreatif ekonomi sebagai agenda dunia. WCCE diharapkan menjadi wadah yang mampu membahas lebih spesifik mengenai perkembangan ekonomi kreatif.
 
Selama ini, memang telah ada beberapa lembaga dunia yang menangani ekonomi kreatif tapi tidak dilakukan secara spesifik. Misalnya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang juga menangani masalah ekonomi kreatif.  
 
“Sampai kapanpun WCCE ada dan di mana saja, yang perlu diingat adalah WCCE ini murni ide dari Indonesia,” ucap Ricky.
 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya