Gempa Palu: Manulife Indonesia Bayarkan Klaim Rp875 Juta

Oleh: Leo Dwi Jatmiko 07 November 2018 | 06:22 WIB
Gempa Palu: Manulife Indonesia Bayarkan Klaim Rp875 Juta
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membayarkan klaim dengan nilai total Rp875 juta kepada tiga ahli waris nasabah yang menjadi korban bencana alam di Palu - Sulawesi Tengah.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster mengatakan pembayaran itu sebagai wujud komitmen Manulife untuk senantiasa memudahkan hidup para nasabahnya.

Manulife secara proaktif menghubungi para ahli waris dari korban gempa dan tsunami yang terjadi pada akhir September 2018 di Palu, Donggala Sulawesi Tengah.

 “Di samping simpati mendalam kami atas musibah gempa bumi, tsunami, dan kecelakaan penerbangan yang baru-baru ini terjadi, kami terus memenuhi kebutuhan nasabah kami, terutama pada saat dibutuhkan dengan memberikan respon cepat dan tepat,” kata Jonathan dalam rilis yang diterima Bisnis.com.

Di samping proaktif dan segera membayarkan klaim kepada korban, Jonathan Hekster mengatakan Manulife Indonesia juga memahami kebutuhan nasabahnya dengan menghadirkan sejumlah layanan khusus baik kepada nasabahnya dan para tenaga pemasar atau agen.

Manulife menyederhanakan layanan pembayaran klaim, menerapkan premium-waiver (pembebasan kewajiban pembayaran premi) bagi pemegang polis di Palu, dan sekitarnya, serta mengaktifkan contact center.

“Manulife memfasilitasi premium-waiver, sebuah kemudahan layanan yang membebaskan ahli waris dari kewajiban pembayaran premi dalam periode tertentu kepada 5.000 polis individu di Palu dan sekitarnya,” ujar Jonathan.

Adi, salah seorang ahli waris nasabah Manulife mengucapkan terima kasih atas segala kemudahan dan kecepatan pelayanan yang diberikan oleh Manulife.

Menurutnya, pembayaran klaim tersebut akan sangat berarti bagi ia dan keluarga dalam proses pemulihan hidup pascabencana.

“Proses klaim nasabah yang tertimpa bencana di Palu tanpa harus menunjukkan dokumen- dokumen asli. Adanya kejadian ini membuat saya sadar, bahwa peran asuransi sangat penting di tengah risiko kehidupan yang tidak pasti”. Selanjutnya

Senada, seorang ahli waris lainnya, Belo mengungkapkan, dukungan dari Manulife Indonesia membuktikan bahwa layanan asuransi jiwa sangat penting

“Layanan Manulife Indonesia sangat membantu, kami memiliki rasa aman dalam masalah keuangan, terutama ketika menghadapi situasi sulit usai bencana”,  ujar Ibu Belo.

Sementara itu, terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, Jonathan menambahkan Manulife Indonesia juga telah proaktif mencari tahu adanya nasabah yang mungkin ada dalam daftar penumpang pesawat naas tersebut.

Manulife Indonesia juga membuka contact center kepada pemegang polis atau ahli waris penumpang pesawat yang membutuhkan informasi lebih detil tentang produk dan layanan, termasuk klaim.

Sebagai informasi, Manulife Indonesia hingga saat ini melindungi lebih dari 2,4 juta nasabah dengan lebih dari 9.000 karyawan dan tenaga ahli pemasar yang tersebar 23 kantor pemasaran di seluruh dunia.

Pada 2017, Manulife Indonesia mencatatkan pertumbuhan premi bisnis baru hingga 19 %, menjadi Rp 4,4 triliun. Pada periode itu, total pendapatan premi juga bertumbuh signifikan. Total premi dan deposit meningkat 34 % dari tahun sebelumnya menjadi Rp 25,0 triliun.

Pada periode yang sama, Manulife Indonesia membukukan laba komprehensif sebesar Rp 2,6 triliun atau meningkat 290 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada akhir tahun lalu, tingkat pencapaian solvabilitas atau risk based capital (RBC) Manulife Indonesia mencapai 582 % untuk bisnis konvensional dan 372 % untuk Tabarru Syariah.

 

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya