KEK Singosari Diproyeksikan Mulai Tahun Depan

Oleh: Choirul Anam 06 November 2018 | 17:48 WIB
KEK Singosari Diproyeksikan Mulai Tahun Depan
ilustrasi

Bisnis.com, MALANG—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Jatim, diproyeksikan mulai dibangun tahun depan bersamaan dengan turunnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama Singosari David Santoso mengatakan tahap awal akan dikerjakan pembangunan beberapa hotel, komersial area, dan creative zone.

“Pengerjaannya diperkirakan menelan investasi Rp3 triliun-Rp5 triliun yang sumber pendanaan sebagian dari dana perusahaan dan sebagian lagi dari perbankan,” katanya dihubungi dari Malang, Selasa (6/11/2018).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Malang Tomie Herawanto memberikan pernyataan senada. “Insya Allah pembangunannya awal 2019,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menambahkan paling lambat tiga tahun KEK tersebut sudah mulai dibangun dan dapat diresmikan.

Pengerjaan fasilitas tersebut, kata David, diperkirakan membutuhkan waktu 3-5 tahun. Pengerjaan itu dikebut karena pemerintah menginginkan agar dalam tempo 3 tahun realisasi pengerjaan fasilitas sudah terlihat dan dapat diresmikan.

Beberapa hotel yang dibangun nantinya menyediakan 800-1.000 kamar. Tidak seperti hotel-hotel pada umumnya, hotel tersebut didisain untuk pengembangan teknologi digital serta mendukung revolusi 4.0.

Dia yakinkan, pemerintah seperti Bekraf, Kemenkominfo, Bank Indonesia siap memfasilitasi berupa kegiatan-kegiatan yang digelar di sana.

Sedangkan commercial area, disiapkan gedung untuk kegiatan inkubasi start up, e-commerce, dan riset dan  pengembangan software.

Crative zone disiapkan untuk pengembangan ekonomi kreatif tertentu, seperti pengembangan gim, film anminasi, dan lainnya.

Dia menegaskan, pengembangan pariwisata di KEK Singosari, merupakan komplementer yang ada di Batu dan Malang. Bukan merupakan saingan. Termasuk kegiatan pengembangan ekonomi kreatifnya.

“Jadi apa yang ada di daerah lain, tidak dilakukan replikasi di  KEK Singosari,” ucapnya.

Lahan yang diperuntukkan pembangunan fasilitas tersebut mencapai 40 hektare. Total investasi yang bakal masuk di KEK mencapai Rp300 triliun.

Sampai menuju terbitnya PP, persiapan untuk pengerjaan fisik KEK Singasri dilakukan pengajun izin-izin ke Pemprov Jatim dan Pemkab Malang, sambil menunggu penetapan koordinat kawasan di KEK oleh pemerintah.

“Tapi secara prinsip, Kemenko Perekonomian sudah setuju KEK Singosari untuk ditetapkan,” ujarnya.

Terkait infrastruktur pendukung, dia yakinkan, pemerintah dan pemda bersama Badan Pengatur Jalan Tol tengah membahas akses jalan ke sana seperti pembangun ke KEK Singosari. Alternatif yang bisa disediakan, pembangunan jalan layang ke Singosari.

Sementara itu, Pemprov Jatim juga tengah berancang-ancang memperbaiki akses jalan ke Bromo yang lewat Kab. Malang dengan melebarkan jalan. Dengan demikian, nantinya akan terkoneksi antara wisatawan yang KEK Singosari dan ke Bromo.

Fasilitas air bersih, listrik, dan internet juga telah siap. PT Telkom bahkan menjanjikan akses internet super cepat untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis digital.

Menur David, dalam mencari menarik investor pihaknya  bekerja sama PT Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC) yang juga sebagai penggagas KEK Singosari.

“Saya optimistis lancar karena ITDC mengenal dengan baik investor dari dalam negeri bahkan luar negeri,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya