Truk ODOL: Ratusan Truk di Jatim Normalisasikan Dimensi

Oleh: Peni Widarti 05 November 2018 | 18:59 WIB
Truk ODOL: Ratusan Truk di Jatim Normalisasikan Dimensi
Jembatan timbang/Ilustrasi-Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Ratusan armada truk milik pengusaha truk di wilayah Jawa Timur sudah mulai melakukan normalisasi dimensi truk sebagai upaya mendukung pemerintah dalam penertiban angkutan barang sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jatim Eddo Adrian Wijaya mengatakan sejak aturan penertiban muatan truk ODOL (over dimensi over load) diberlakukan pada 1 Agustus lalu, setidaknya hingga saat ini sudah ada 100 lebih armada Jatim yang melakukan normalisasi dimensi berupa pemotongan sumbu, bak maupun bumper.

"Dari anggota asosiasi kami yang sudah normalisasi sekitar 100-an lebih. Harapannya pengusaha truk lainnya ikut melakukan normalisasi," katanya Senin, (5/11/2018).

Dia mengatakan kondisi angkutan barang di Jatim berbeda dengan sejumlah daerah lainnya, yakni truk di Jatim kebanyakan over tonase. Namum secara perlahan, anggota Aptrindo sudah mulai mengikuti aturan dengan memuat barang sesuai dengan tonase yang diizinkan.

"Hanya saja, tantangan yang masih dihadapi oleh pengusaha truk adalah pemilik barang yang menginginkan biaya angkut murah dan banyak. Sementara tidak semua pengusaha truk masuk dalam asosiasi dan bersikap 'koboi' atau tetap bandel dengan mengangkut barang secara over," jelasnya.

Dia mengakui, saat ini memang penegakan hukum belum maksimal karena masih terus dalam sosialisasi. Namun, menurutnya, pemerintah harus lebih memperketat penindakan truk odol agar tidak terjadi persaingan usaha yang tidak sehat.

Eddo menerangkan, melakukan normalisasi membutuhkan biaya yang tidak murah bergantung jenis truk dan ukurannya serta karoserinya. Setidaknya, biaya yang dibutuhkan untuk normalisasi truk yakni sekitar Rp15 jutaan/unit.

"Dampak positif jika melakukan normalisasi adalah truk kita akan lebih awet dan otomatis jumlah ritase atau penghitungan sewa truk akan lebih banyak. Sedangkan dampak negatif saat ini adalah banyak konsumen/pemilik barang yang meninggalkan kami dan mencari truk lain yang lebih murah, bisa angkut banyak," jelasnya.

Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman menambahkan, selain Jatim, daerah lain yang sudah melakukan normalisasi dimensi truk yakni di Riau.

"Aptrindo Riau sudah melaporkan bahwa ada 125 unit truk dari 7 pengusaha angkutan yang telah melakukan normalisasi dimensi. Kondisi ini terus kami sampaikan kepada Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya