KONSTRUKSI BENDUNGAN : Proyek Bulango Ulu Dilelang Rp2,3 Triliun

Oleh: Irene Agustine 05 November 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA — Pemerintah membuka lelang konstruksi bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo senilai Rp2,3 triliun dengan memulai tahap prakualifikasi.

Dikutip dari laman Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek tersebut ditawarkan dalam dua paket pengerjaan.

Pada paket I, proyek yang ditawarkan senilai Rp1,28 triliun, sedangkan paket II Rp1,08 triliun. Kedua proyek menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears contract.

Lelang proyek tersebut menggunakan metode kualifikasi prakualifikasi dengan evaluasi sistem gugur. Kontraktor harus memiliki syarat kualifikasi dengan memiliki sertifikat badan usaha (SBU) klasifikasi bangunan sipil kode SI001, memiliki izin usaha jasa konstruksi (IUJK), tanda daftar perusahaan (TDP), dan telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir.

Dengan dibukanya tahapan lelang proyek bendungan Bulango Ulu, pemerintah tinggal menyisakan lelang pembangunan bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur, agar sesuai dengan rencana akhir tahun untuk melelang 14 proyek bendungan sepanjang tahun ini. Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih mengatakan bahwa proyek bendungan tersebut saat ini masih diproses pengajuan dokumen lelang dan akan segera menyusul untuk dilelang.

"Rencananya awal November [2018]sudah lelang," kata Sumiarsih kepada Bisnis, Jumat (2/11).

Dari total 13 lelang proyek bendungan yang sudah dilakukan pemerintah tahun ini, tiga diantaranya sudah teken kontrak dengan pemenang lelang. Ketiga bendungan tersebut yakni Tiga Dihaji di Sumatera Selatan, Bener di Jawa Tengah, dan Sidan di Bali.

Ketiga proyek ini merupakan pembangunan bendungan lanjutan (carry over) yang seharusnya bisa dilelang pada tahun lalu, tetapi baru bisa direalisasikan pada awal tahun ini.

Sementara itu, dua proyek lainnya sudah ditetapkan pemenangnya dan menunggu tanda tangan kontrak, yakni bendungan Jlantah dan Randugunting di Jawa Tengah.

Delapan proyek lainnya masih dalam tahapan pelelangan, yakni Sadawarna di Jawa Barat, Beringin Sila Nusa Tenggara Barat, Meninting di Nusa Tenggara Barat, Tamblang di Bali, Rukoh di Aceh, Tamblang di Jawa Timur dan Manikin di Nusa Tenggara Timur, dan Bulango Ulu di Gorontalo.

Jika berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, pengumuman hasil prakualifikasi pengerjaan konstruksi bendungan Bulango Ulo akan diketahui pada 19 November 2018, penetapan pemenang pada 3 Desember 2018, dan tanda tangan kontrak pada 21 Desember 2018.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, bendungan didesain dengan tinggi 74 meter dari dasar galian pondasi, panjang bendungan 345 meter, dengan volume tampungan dihitung dari muka air normal sebanyak 84 juta mᶾ.

KEJAR WAKTU

Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengejar percepatan pembangunan bendungan Passeloreng di Sulawesi Selatan dan Kuningan di Jawa Barat yang total nilai proyeknya mencapai Rp1,319 triliun untuk tetap bisa diresmikan pada akhir tahun ini.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan bahwa secara konstruksi, pembangunan kedua proyek tersebut dinilai masih sesuai target. Namun, dia mengatakan, pihaknya masih menemui kendala pembebasan lahan di lokasi genangan bendungan untuk kedua bendungan tersebut.

“Konstruksi pasti selesai [tahun ini], tetapi hanya lahan di tempat genangan ini mungkin agak mundur. Karena kalau bendungan selesai itu kan tidak hanya konstruksi saja, tetapi juga bisa digenangi, untuk impounding [pengisian awal],” kata Hari akhir pekan lalu.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya untuk mempercepat proses pembebasan lahan di lapangan agar dua bendungan tersebut tetap bisa diresmikan pada tahun ini.

Di sisi lain, Hari memastikan bahwa keenam bendungan lainnya yang ditargetkan dapat selesai pada tahun ini bisa selesai tepat waktu. Keenam bendungan tersebut, yakni Rotiklot di NTT, bendungan Mila di NTB, bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah, Sei Gong di Batam, Sindang Heula di Banten. Progres keenam bendungan rerata telah mencapai finalisasi akhir.

“Kami harapkan bisa dua bendungan ini untuk selesai. Enam bendungan lainnya masih sesuai target, kalau dua ini bisa dipercepat akan ada delapan yang rampung sampai akhir tahun,” ujarnya.

Dikutip dari data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 138 juta m³ dan diharapkandapat mengairi lahan seluas 7000 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 2,50 megawatt (MW).

Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 25.96 juta m³, dapat mengairi lahan seluas 3000 ha, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,30 m³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 0,50 MW.

Dari target pembangunan 49 bendungan baru sampai tahun 2019, Hari mengatakan, pemerintah telah merampungkan dua bendungan, yakni Tanju dan Raknamo di Nusa Tenggara Timur. Apabila delapan bendungan tetap rampung sesuai target, sisa pembangunan bendungan baru yang tengah berjalan mencapai 39 bendungan.

Kementerian PUPR diminta untuk membangun 65 bendungan pada periode 2015—2019 yang terdiri atas 16 proyek bendungan lanjutan dan 49 bendungan baru.

- Pemerintah baru melelang tiga bendungan dari total 13 proyek penampung air dalam skala besar yang ditargetkan ditender pada tahun ini.

Editor: Sepudin Zuhri

Berita Terkini Lainnya