Kredit Naik, UMKM Dipacu Naik Kelas

Oleh: Ipak Ayu H Nurcaya 03 November 2018 | 14:15 WIB
Kredit Naik, UMKM Dipacu Naik Kelas
Pekerja memproduksi tempe di kawasan Kemayoran, Jakarta, Kamis (6/9/2018)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah perjanjian kerja sama pembinaan UMKM melalui Rumah Kreatif BUMN atau RKB antara Ditjen Pajak dan Bank Himbara, BNI mulai menyelenggarakan pelatihan di Pangandaran, Jawa Barat pekan ini.

Kepala BNI Kantor Cabang Utama Banjar Ichlas Rusnanto mengatkan portofolio kredit BNI di sektor UMKM terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga Semester I/2018, total kredit Kantor Cabang BNI Banjar, mencapai sekitar Rp200 miliar atau meningkat 100% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Porsi pembiayaan UMKM sendiri mencapai 20% dari total kredit tersebut,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (3/11/2018).

Corporate Secretary Bank BNI Kiryanto mengatakan pelatihan ini menjadi pemicu bagi para pelaku UMKM untuk naik kelas, dari kecil ke menengah, dan pengusaha menengah menjadi besar. Pasalnya, saat ini DJP juga memiliki unit kerja Business Development Services yang memberikan pelatihan bagi UMKM.

Kiryanto menambahkan BNI tidak hanya melayani transaksi masyarakat tetapi membantu nasabah dan debitur untuk mengakses teknologi yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnisnya. BNI pun selalu mengikuti perkembangan teknologi agar semakin memudahkan transaksi perbankan.

Dengan teknologi, masyarakat akan semakin mengurangi frekuensinya dalam mengunjungi kantor cabang yang terbatas jam operasional. Nasabah BNI dapat dengan mudah mengakses layanan transaksi keuangan 24 jam melalui telepon genggam.

"Ini adalah berbisnis yang diluar kebiasaan, tidak hanya menunggu pembeli datang, tetapi aktif menawarkan produk. Untuk itu, kami ajak pihak Google untuk menjelaskan caranya," katanya.

Sementara itu, dalam sesi pelatihan setiap peserta menggunakan perangkat telepon genggam cerdas mereka mengaplikasikan dua perangkat pemasaran online yang disampaikan pembicara.

Pada sesi pertama, pembicara dari Ditjen Pajak memberikan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi Pelaporan Akuntansi Khusus UMKM yang dapat digunakan secara offline. Aplikasi ini memungkinkan pengusaha UMKM mencatatkan perkembangan keuangannya dalam bisnis secara mudah dengan telepon genggamnya.

Selanjutnya pada sesi kedua, pembicara dari Gapura Digital menjelaskan cara menajamkan marketing melalui perangkat-perangkat Google. Mereka memandu tahap demi tahap peserta pelatihan untuk mendaftarkan bisnisnya ke aplikasi yang dapat menjangkau halaman teratas mesin pencari Google, yaitu aplikasi Google Bisnisku.

Salah seorang peserta yang juga produsen Mie Lidi "Mih Iteung", Risma Natasya Marifha mengaku dapat banyak manfaat dari keikutsertaannya dalam pelatihan tersebut. Selama ini dirinya telah melakukan pemasaran produk baik secara konvensional maupun online, hanya saja masih belum maksimal.

Risma berharap, setelah mengetahui strategi pemasaran melalui Google Business, salah satu materi yang dipaparkan dalam pelatihan tersebut dapat mengoptimalkan aktivitas penjualan online. Sebab, volume transaksi dari kegiatan pemasaran konvensional melalui jaringan ritel masih lebih tinggi dibanding online.

Saat ini, total omset penjualan Mie Lidi buatannya mencapai rata-rata Rp 40 juta per bulan.    

"Omset penjualan konvensional sebesar 60% dan sisanya didapat melalui online. Saya heran, makanya saya ikut pelatihan ini," kata Risma. 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya