Hingga September 2018, Realisasi Investasi DKI Capai Rp85 Triliun

Oleh: Feni Freycinetia Fitriani 02 November 2018 | 20:15 WIB
Hingga September 2018, Realisasi Investasi DKI Capai Rp85 Triliun
Ilustrasi investasi/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi investasi di DKI Jakarta sepanjang periode Januari-September atau dari triwulan I-triwulan III/2018 mencapai Rp85 triliun.

Data tersebut dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

"Angka realisasi investasi di Ibu Kota sepanjang triwulan III/2018 tercatat Rp85 triliun. Nilai ini mengalami naik 13,6% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp74,8 triliun," kata kepada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal DKI Jakarta Edy Junaedi, Kamis (2/11/2018).

Dia menuturkan realisasi investasi PMDN dan PMA triwulan III/2018 berdasarkan lokasi proyek di DKI Jakarta berkontribusi sebesar 15,1% atau Rp26,2 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 1,9% apabila dibandingkan dengan triwulan III/2017

Sementara itu, capaian investasi di Indonesia pada triwulan III/2018 sebesar Rp 173,8 triliun atau mengalami penurunan sebesar 1,6% dikomparasi dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp176,6 triliun.

Edy menyampaikan bahwa capaian realisasi investasi sejak awal tahun hingga triwulan III/2018 menunjukkan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi.

Meskipun secara nasional realisasi investasi mengalami penurunan sebagai akibat fluktuasi nilai tukar dollar Amerika Serikat yang dipicu oleh kenaikan suku bunga AS dan penguatan US$ di pasar global.

“Melihat data realisasi investasi PMDN dan PMA triwulan III/2018 membuktikan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi," jelasnya.

Sepanjang Januari-September Tahun 2018, berdasarkkan lokasi proyek di DKI Jakarta, realisasi PMDN Rp37,9 triliun naik 15,9% dibanding periode yang sama 2017 sebesar Rp32,7 triliun).

Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp47,1 triliun naik 11,9%  dibanding periode yang sama pada tahun lalu Rp42,1 triliun.

“Peningkatan realisasi investasi di DKI Jakarta tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan pendekatan dan kemudahan layanan di bidang penanaman modal” ucapnya.

Berbagai inovasi tersebut telah berhasil membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta meraih berbagai penghargaan, salah satunya penghargaan pelayanan publik terbaik yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di Manado beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BKPM pada periode Januari s.d. September 2018, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan realisasi investasi PMDN tertinggi di Indonesia Rp37,9 triliun), diikuti dengan Jawa Barat Rp27,6 triliun; Jawa Timur Rp23,8 triliun; Jawa Tengah Rp20,5 triliun; dan Kalimantan Timur Rp20,2 triliun.

Dalam proses menarik investor PMDN dan PMA ke Jakarta, Edy menjelaskan pihaknya memiliki tantangan tersendiri yakni menumbuhkan kepercayaan investor terhadap penyelenggara pelayanan publik.

Untuk itu pihaknya rutin menyelenggarakan Business Forum baik di Jakarta maupun di negara- negara maju, salah satunya Dubai yang berhasil menuai kesuksesan.

Adapun, beberapa sektor investasi yang menjadi daya tarik para investor asing dan dalam negeri antara lain transportasi, Gudang dan Telekomunikasi ; Listrik, Gas dan Air Perumahan, dan kawasan industri ; hotel dan restoran. Edy berharap minat investasi di Jakarta dapat semakin besar dan Jakarta menjadi primadona investasi di Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta diharapkan akan terus meningkat, seiring dengan kuatnya investasi” katanya.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya