Tol Ubah Peta Ekonomi Kawasan eks-Karesidenan Madiun

Oleh: Choirul Anam 02 November 2018 | 15:01 WIB
Tol Ubah Peta Ekonomi Kawasan eks-Karesidenan Madiun
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Difi A Johansyah (tengah) bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto (kiri) dan Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kanan)./Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, MADIUN — Keberadaan tol trans jawa dan rel ganda yang melintasi kawasan eks karesidenan Madiun bakal mengubah peta ekonomi wilayah setempat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi A Johansyah mengatakan kapasitas perekonomian di daerah tersebut menjadi tinggi peluangnya dengan adanya kedua infrastruktur tersebut.

"Daya tarik bagi daerah yang dilewati infrastruktur tersebut kompetitif terutama di sektor manufaktur dan pariwisata," jelasnya pada seminar bertema Upaya Mendorong Pertumbuhan Investasi Manufaktur dan Pariwisata di eks-Karesidenan Madiun-Kediri Pascapembangunan Tol Trans Jawa dan Double Track Railway, di Madiun, Jumat (2/11/2018).

Adanya tol dan double track railway menyebabkan distribusi barang, terutama komoditas volatil bisa menjadi lancar sehingga harga stabil. Hal ini berimbas ke inflasi terjaga rendah.

Bila kondisi ini tercipta, kata dia, investasi bisa dilakukan jangka panjang dengan suku bunga rendah. Investasi di sektor manufaktur dan pariwisata menjadi layak.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto menambahkan investasi industri berorientasi ekspor dan substitusi impor, pariwisata, juga bisa memperkuat perekonomian domestik.

Seperti diketahui, kawasan eks karesidenan Madiun meliputi Kab/Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan. Kawasan Ponorogo dan Pacitan yang notabene di wilayah selatan memiliki infrastruktur jalur lintas selatan. Sementara wilayah Kab/Kota Madiun berada di tengah. Alhasil antara kawasan selatan ke tengah ini perlu infrastruktur penunjang.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto mengatakan adanya tol dan double track railway perlu ditunjang konektifitas antardaerah.

Adapun pengelola kawasan industri menilai kawasan ini memiliki nilai plus bagi investasi karena upah pekerja relatif murah.

Dirut PT SIER Fattah Hidayat mengatakan adanya tol Trans Jawa dan rel ganda menjadi daya tarik bagi masuknya investor. "Potensi daerah tersebut untuk dapat menarik investor menjadi lebih tinggi karena UMK di sini lebih rendah,” ujarnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya