3 Proyek Bendungan Rp5,88 Triliun Dilelang

Oleh: Irene Agustine 02 November 2018 | 10:29 WIB
3 Proyek Bendungan Rp5,88 Triliun Dilelang
Bendungan Rukoh di Aceh

Bisnis.com, JAKARTA — Lelang tiga proyek pekerjaan konstruksi bendungan senilai Rp5,88 triliun resmi dibuka, menyisakan dua proyek bendungan dalam lini masa pemerintah yang menunggu antrean untuk dilelang pada tahun ini.

Sebagaimana dikutip dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ketiga proyek pengerjaan konstruksi yang dimulai pelelangannya yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang senilai Rp1,99 triliun, Bagong di Kabupaten Trenggalek senilai Rp1,69 triliun dan Rukoh di Kabupaten Pidie senilai Rp1,57 triliun.

Lelang proyek-proyek tersebut menggunakan metode kualifikasi dengan evaluasi sistem gugur dan pembebanan anggaran proyek untuk kontrak tahun jamak.

Kontraktor harus memiliki syarat kualifikasi berupa memiliki sertifikat badan usaha klasifikasi bangunan sipil kode SI001 subklasifikasi pelaksanaan konstruksi saluran air, pelabuhan, dan prasarana sumber daya air lainnya.

Selain itu, peserta lelang diminta memiliki izin usaha jasa konstruksi, tanda daftar perusahaan, dan telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir.

Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih mengatakan bahwa dengan telah dibukanya ketiga lelang proyek tersebut pada pekan ini, total pemerintah sudah melelang 12 proyek bendungan dari 14 proyek yang direncanakan sepanjang tahun ini.

Dua proyek bendungan yang belum memulai proses lelang yakni Mbay di Nusa Tenggara Timur dan Bolangu Hulu di Gorontalo. Sumiarsih menargetkan lelang kedua proyek dapat menyusul pada awal November ini.

“Rencananya awal November, saat ini masih penyiapan dokumen lelang,” katanya kepada Bisnis.com, Rabu (31/10/2018).

Sebelumnya, Sumiarsih memperkirakan lelang konstruksi Bendungan Mbay di NTT akan dilakukan paling terakhir. Pasalnya, adanya penolakan pembangunan dari warga setempat yang membuat waktu persiapan menjadi lebih panjang.

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya