Tembilahan Deflasi Diduga Akibat Harga Kelapa Anjlok

Oleh: Arif Gunawan 01 November 2018 | 23:06 WIB
Tembilahan Deflasi Diduga Akibat Harga Kelapa Anjlok
Pedagang musiman membawa buah kelapa muda untuk dijajakan sebagai minuman berbuka puasa di Desa Cot Cut, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (27/5)./Antara-Irwansyah Putra

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar 0,04% pada Oktober lalu, di saat dua kota acuan inflasi Riau lainnya yaitu Pekanbaru dan Dumai mengalami inflasi. Penyebab hal itu diduga karena anjloknya harga jual komoditas kelapa yang menjadi unggulan wilayah setempat.

Kepala BPS Riau Aden Gultom mengatakan dari tiga kota acuan inflasi Riau yaitu Pekanbaru dan Dumai masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,46% dan 0,4%. Sedangkan Tembilahan mengalami Deflasi 0,04%.
 
"Kami menduga deflasi ini karena daya beli masyarakat Kota Tembilahan turun, disebabkan rendahnya harga komoditas kelapa," katanya Kamis (1/11/2018).
 
Dia menjelaskan saat ini harga jual kelapa di daerah itu hanya di angka Rp700 per kilogram. Sedangkan pada saat kondisi pasar stabil pernah mencapai angka Rp3.500 per kilogram.
 
Lalu dia menganalogikan lemahnya daya beli masyarakat setempat dengan kalimat, sekali panen bisa beli motor, sekarang walau sudah panen kantong makin tipis.
 
Meski demikian pihaknya belum mengetahui dengan pasti, apa penyebab masalah harga kelapa di Tembilahan menjadi anjlok.
 
"Apakah karena over produksi di Tembilahan, atau karena pengaruh dari dari wilayah di sekitarnya, atau juga jangan-jangan harga rendah ini disebabkan spekulan. Itu belum diketahui," katanya.
 
Adapun sepanjang Oktober 2018 lalu Riau mengalami inflasi sebesar 0,43% dengan kontribusi terbesar berasal dari kenaikan harga bahan pangan seperti cabai merah, dan beras.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya