Kredit UMKM BTPN Diproyeksi Tumbuh 15% Tahun Depan

Oleh: Peni Widarti 01 November 2018 | 17:33 WIB
Kredit UMKM BTPN Diproyeksi Tumbuh 15% Tahun Depan
Pekerja membersihkan logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk di Jakarta/JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) memproyeksikan penyaluran kredit modal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada tahun depan bisa tumbuh minimal 15% seiring dengan potensi perkembangan bisnis berbasis digital.

Head of Business Banking BTPN Steffano Ridwan mengatakan BTPN meyakini pada 2019 masih menjadi tahun yang positif bagi Indonesia meski ada gejolak ekonomi dunia akibat perang dagang AS dan China.

"Dalam rencana kerja kita tahun depan masih bisa tumbuh double digit, tapi mungkin ada sektor yang lebih terseleksi. Bagaimanapun situasi global masih mengancam dan kehati-hatian harus diterapkan," katanya seusai seminar Outlook Ekonomi 2019 Bisnis Indonesia - BTPN, Kamis (1/11/2018).

Dia mengatakan pada tahun ini hingga September BTPN telah menyalurkan kredit untuk UKM sebesar Rp12,8 triliun. Penyaluran sejauh ini kebanyakan masih di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

Adapun kredit UMKM BTPN telah diserap oleh banyak sektor usaha, di antaranya seperti usaha consumer goods, fast moving consumer, farmasi serta otomotif. Menurutnya, tahun depan sejumlah sektor tersebutlah yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk sektor agrikultur yang sedang digencarkan pemerintah.

Steffano menambahkan, BTPN sendiri memiliki sejumlah produk yang mendukung pengembangan UMKM di antaranya seperti produk pengelolaam kas untuk membantu pengeluaran uang nasabah dengan baik, serta produk supplay chain financing hingga produk investasi.

"Produk-produk tersebut sebetulnya sudah lama kami miliki, tapi saat ini dan tahun depan akan kami fokuskan lagi," katanya.

Dia menambahkan, untuk mendukung layanan produk tersebut BTPN menghadirkan BTPN Mitra Bisnis, yaitu unit usaha yang dirancang khusus untuk melayani berbagai kebutuhan dari para pelaku UKM melalui solusi keuangan yang dapat diandalkan, pengembangan kapasitas usaha, dan pembukaan akses ke pasar yang lebih luas.

BTPN Mitra Bisnis hadir dengan berbagai produk dan layanan perbankan untuk kebutuhan usaha modal kerja dan investasi usaha nasabah, termasuk melalui platform digital AksesBisnis@BTPN (Akses Bisnis) agar nasabah bisa melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun melalui komputer atau laptop.

"Selain pembiayaan, BTPN Mitra Bisnis juga hadir dengan dukungan solusi nonkeuangan untuk membantu nasabah mengembangkan kapasitasnya dalam menjalankan usaha melalui Program Daya yakni program pemberdayaan yang berkelanjutan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan meski memasuki tahun politik sekaligus adanya gejolak ekonomi global, tapi pihaknya meyakini tahun depan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh positif.

Bahkan melihat tren ke depan, pusat produksi dunia bakal ada di Indonesia. Sehingga saat ini merupakan waktu yang tepat untuk investasi sektor riil sebelum investor asing yang masuk.

"Kalau dipikir, investor akan kemana lagi kalau tidak menanamkan investasi di Indonesia yang memilili pasar 250 juta penduduk yang 90 juta di antaranya adalah milenial," katanya.

Adapun kegiatan seminar Outlook Ekonomi 2019 yang digelar Bisnis Indonesia dan BTPN tersebut berlangsung di Hotel Santika Premier Surabaya.

Seminar bertajuk peluang UMKM di era digital dan tantangan tahun politik itu dihadiri puluhan nasabah dan calon nasabah BTPN dengan dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya