PROYEK KONSTRUKSI : Lelang 3 Bendungan Rp5,2 Triliun Dimulai

Oleh: Irene Agustine 01 November 2018 | 02:00 WIB
PROYEK KONSTRUKSI : Lelang 3 Bendungan Rp5,2 Triliun Dimulai
Bendungan Rukoh di Aceh

JAKARTA — Tiga proyek pekerjaan konstruksi bendungan senilai Rp5,88 triliun resmi dibuka pelelangannya, menyisakan dua proyek bendungan dalam lini masa pemerintah yang menunggu antrean untuk dilelang pada tahun ini.

Sebagaimana dikutip dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ketiga proyek pengerjaan konstruksi yang dimulai pelelangannya yakni Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang senilai Rp1,99 triliun, Bagong di Kabupaten Trenggalek senilai Rp1,69 triliun dan Rukoh di Kabupaten Pidie senilai Rp1,57 triliun.

Ketiga proyek tersebut masing-masing terbagi dalam dua paket pekerjaan. Pada proyek Bendungan Manikin, paket I senilai Rp1,06 triliun dan paket II Rp933,61 miliar.

Pada proyek Bendungan Bagong, paket I senilai Rp1,18 triliun dan paket II Rp517,18 miliar dan pada proyek Bendungan Rukoh paket I mencapai Rp395,48 miliar dan paket II Rp1,18 triliun.

Adapun, ketiga lelang proyek tersebut menggunakan metode kualifikasi prakualifikasi dengan evaluasi sistem gugur dan pembebanan anggaran proyek untuk kontrak tahun jamak.

Kontraktor harus memiliki syarat kualifikasi berupa memiliki sertifikat badan usaha (SBU) klasifikasi bangunan sipil kode SI001 subklasifikasi pelaksanaan konstruksi saluran air, pelabuhan, dan prasarana sumber daya air lainnya.

Selain itu, peserta lelang diminta memiliki izin usaha jasa konstruksi (IUJK), tanda daftar perusahaan (TDP) dan telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir.

Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih mengatakan bahwa dengan telah dibukanya ketiga lelang proyek tersebut pada pekan ini, total pemerintah sudah melelang 12 proyek bendungan dari 14 proyek yang direncanakan sepanjang tahun ini.

Dua proyek bendungan yang belum memulai proses lelang yakni Mbay di Nusa Tenggara Timur dan Bolangu Hulu di Gorontalo. Sumiarsih menargetkan lelang kedua proyek dapat menyusul pada awal November ini.

“Rencananya awal November, saat ini masih penyiapan dokumen lelang,” katanya kepada Bisnis, Rabu (31/10).

Sebelumnya, Sumiarsih memperkirakan lelang konstruksi Bendungan Mbay di NTT akan dilakukan paling terakhir. Pasalnya, dia mengakui adanya penolakan pembangunan dari warga setempat yang membuat waktu persiapan menjadi lebih panjang.

Dari total 12 lelang proyek bendungan yang sudah dilakukan pemerintah, 3 di antaranya sudah teken kontrak dengan pemenang lelang. Ketiga bendungan tersebut yakni Tiga Dihaji di Sumatra Selatan, Bener di Jawa Tengah, dan Sidan di Bali.

Adapun, ketiga proyek ini merupakan proyek bendungan carry over yang seharusnya bisa dilelang pada tahun lalu, tetapi baru bisa direalisasikan pada awal tahun ini.

Sementara itu, sembilan proyek lainnya yakni Sadawarna di Jawa Barat, Jlantah dan Randugunting di Jawa Tengah, Beringin Sila dan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Tamblang di Bali, Rukoh di Aceh, Tamblang di Jawa Timur, dan Manikin di Nusa Tenggara Timur sudah memulai proses lelang.

Bahkan, proyek Bendungan Jlantah dan Randugunting telah diketahui pemenang lelangnya, masing-masing yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas, Bendungan Rukoh akan memiliki kapasitas sebesar 128,66 juta meter kubik dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 11.950 hektare, mengurangi debit banjir sebesar 390 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,85 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt.

Sementara itu, Bendungan Mbay direncanakan memiliki kapasitas sebesar 24,91 juta meter kubik. Bendungan ini diharapkan dapat mengairi lahan seluas 5.206 hektare dan menyediakan pasokan air baku sebesar 0,54 meter kubik per detik.

RASIO MENINGKAT

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan tambahan bendungan akan meningkatkan rasio jumlah air yang ditampung dengan jumlah penduduk di Indonesia.

Saat ini, jumlah air yang ditampung baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun dan ditargetkan naik menjadi 120 meter kubik per kapita per tahun pada 2030.

"Penyelesaian 65 bendungan pada tahun 2023 akan meningkatkan separuh target sehingga masih diperlukan pembangunan bendungan lagi,” kata Hari.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dari 49 proyek bendungan yang akan dilelang selama 2015—2019, sampai dengan tahun ini akan terealisasi sebanyak 41 proyek.

“Tahun depan, kami akan melelang delapan proyek. Keseluruhan proyek akan selesai dibangun pada 2023,” ujarnya di Batam, pekan lalu. (Zufrizal) (B)

Editor: Zufrizal

Berita Terkini Lainnya