Ini Empat Kiat Memulai Bisnis Startup

Oleh: Caroline Voermans 31 Oktober 2018 | 09:11 WIB
Ini Empat Kiat Memulai Bisnis Startup
Komisaris Telkomsel Yose Rizal memberikan gambaran tentang tips dan trik bagaimana spirit meraih sukses di usia muda di era yang serba digital dalam event IndonesiaNEXT 2018./JIBI-Caroline Voermans

Bisnis.com, PONTIANAK—Pemerintah mendorong berkembangnya unicorn baru dari startup lokal di Tanah Air menyusul empat startup unicorn yang sudah ada.

Karena itu, mulai banyak bermunculan startup yang berlomba – lomba untuk memperbesar kapasitas bisnisnya. Komisaris Telkomsel Yose Rizal membeberkan kiat-kiat memulai bisnis startup untuk dapat bersaing di pasar global.

Pertama, memecahkan masalah dan bukan malah menciptakan masalah. Bisnis startup hendaknya dibangun dengan latar belakang permasalahan yang terjadi di masyarakat.

”Bisa dari masalah sehari-hari. Tidak  harus dari masalah kita, bisa pula  dari masalah orang lain. Asal jangan cari masalah di jalan ya,” katanya, Selasa (31/10/2018).

Kedua, memvalidasi produk sebelum dilepas ke pasaran. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar keberterimaan konsumen terhadap produk startup tersebut.

“Benar ga sih orang butuh produk ini. Banyak ga yang butuh produk ini,” paparnya.

Ketiga, terus memperbesar kapasitas pasar yang ingin dijangkau oleh produk startup. Yose mengatakan bisnis yang besar akan memecahkan masalah banyak orang, bukan hanya segelintir orang.

“Bikin produk minimal, kemudian tes di pasar. Sempurnanya sebuah produk menurut kalian belum tentu sempurna menurut orang lain. Gojek itu, sebelum sampai kesini, aplikasinya beda banget dengan yang sekarang dan sekarang terus diperbaiki,” ujarnya.

Selanjutnya, menentukan bagaimana proses bisnis untuk menjaga keberlangsungan startup. Yose menjelaskan startup tak melulu persoalan teknologi informasi tetapi juga soal bisnis. Selain menciptakan dan menginovasi, perlu biaya pemasaran sebagai sarana memerkenalkan produk.

“Jadi perlu partner. Jika kita sebagai pencipta, kita perlu cari partner pebisnis untuk pemasaran dan sebagai orang yang membiayai produk kita. Jadi tidak tidak hanya berhenti di ide saja. Tapi ada tahapan selanjutnya," tuturnya.

Editor: Rachmad Subiyanto

Berita Terkini Lainnya