BPJS KETENAGAKERJAAN : Hasil Investasi Dorong Dana Kelolaan

Oleh: Reni Lestari & Dika Irawan 30 Oktober 2018 | 02:00 WIB

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan membukukan hasil investasi sebesar 19% menjadi Rp21 triliun per kuartal III/2018.

Kenaikan hasil investasi mendorong dana kelolaan bertumbuh 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp343 triliun.

Sampai akhir 2018, dana kelolaan ditarget mencapai Rp367 triliun. Dengan demikian, hingga kuartal III/2018 BPJS Ketenagakerjaan telah memenuhi 93,46% dari target awal.

Adapun, penempatan dana investasi oleh badan tersebut terdiri atas surat utang sebesar 62%, saham 19%, deposito 8%, reksa dana 10% dan investasi langsung 1%. Persentase penempatan investasi tersebut tidak banyak berubah dari posisi bulan sebelumnya.

Direktur Utama BPJS TK Agus Susanto mengatakan, bila dilihat dari alokasinya, surat utang memang berkontribusi terhadap naiknya hasil investasi. “Kami selalu dapatkan yield terbaik,” katanya, belum lama ini.

Penempatan investasi pada surat utang ini berkaitan dengan tuntutan regulasi soal surat berharga negara. Dalam ketentuannya, BPJS TK diwajibkan memarkirkan minimal 50% investasinya pada surat berharga negara terkait infrastruktur.

Terkait dengan kondisi pelemahan beberapa waktu belakangan, Agus menambahkan, BPJS TK melakukan rebalancing portofolio menyesuaiakan kebutuhan likuiditas jangka panjang.

“Tim kami akan melihat portofolio mana yang perlu ditambah. Alokasinya tidak berubah banyak. Walau bergerak tetapi tidak signifikan,” ujarnya.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menambahkan, pihaknya juga mencatatkan pertumbuhan dua digit dalah hal jumlah iuran. Total pendapatan iuran BPJS Kesehatan sampai dengan akhir kuartal III/2018 mencapai Rp46,6 triliun atau tumbuh 23% (yoy).

Adapun jumlah jaminan yang dibayarkan yakni senilai Rp17,6 triliun sampai dengan September 2018.

“Jumlah iuran sampai dengan September 2018 sebesar Rp46,6 triliun, meningkat 23% dibandingkan dengan September tahun lalu,” kata Utoh kepada Bisnis, baru-baru ini.

Peningkatan jumlah iuran juga terkerek pertumbuhan peserta terdaftar menjadi 49,5 juta atau naik 16% (yoy). Dari jumlah peserta tersebut sebanyak 29,5 juta berstatus peserta aktif.

Jika mengacu kepada peta jalan universal coverage, pada 2020 BPJS Ketenagakerjaan harus meng-cover 80% dari total pekerja formal. Sementara itu, pemerintah juga menargetkan 15% pekerja informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2020. (Reni Lestari/Dika Irawan)

Editor: Anggi Oktarinda

Berita Terkini Lainnya