PENINGKATAN FEE BASED INCOME : Bank Jatim Perkuat Produk Bancasurance

Oleh: Peni Widarti 30 Oktober 2018 | 02:00 WIB

SURABAYA — Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim ingin meningkatkan kontribusi fee based income atau pendapatan non bunga yang mencapai 25%. Salah satunya yaitu dengan cara menjual produk asuransi kepada nasabahnya atau bancassurance.

Direktur Utama Bank Jatim, R. Soeroso mengatakan, saat ini kontribusi fee based income masih sekitar 15%. Menurutnya, penjualan produk asuransi dari hasil kerja sama bancassurance diharapkan bisa meningkatkan kontribusi fee based income dari total pendapatan.

“Bank Jatim membuka kerja sama seluas-luasnya dengan pihak asuransi, karena kerja sama bancassurance ini akan menjadi peluang kedua pihak baik pihak perbankan maupun perusahaan asuransi tersebut,” katanya seusai penandatanganan kerja sama Bancassurance Equity Life—Bank Jatim, Senin (29/10).

Dia menjelaskan, melalui bancassurance, pihak perbankan diuntungkan karena nasabah asuransi juga berpotensi menjadi nasabah Bank Jatim, serta sebaliknya nasabah bank juga berpotensi menjadi nasabah asuransi.

Soeroso mengungkapkan, hingga saat ini Bank Jatim sudah bekerja sama bancassurance dengan tiga perusahaan asuransi. Di antaranya adalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG dan yang terakhir dengan PT Equity Life Indonesia.

“Seperti Equity ini, dipilih sebagai mitra kerja sama karena tingkat solvabilitasnya pada 2016 mencapai 236,94% dari risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban,” jelasnya.

Soeroso melanjutkan, hal itu seusai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.53/PMK/10/2012 tentang kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi bahwa target solvabilitas paling rendah adalah 120% dari modal minimum berbasis risiko.

Adapun Bank Jatim mencatatkan realisasi penjualan premi bancassurance sejak 2017 hingga September 2018 yakni dengan Jiwasraya sudah mencapai Rp4,45 miliar sehingga Bank Jatim telah memperoleh fee based income dari bancassurance sekitar Rp53,4 juta.

Adapun penjualan asuransi Sinarmas pada periode tersebut sudah mencapai Rp14 miliar dan berhasil memperoleh fee based income sebesar Rp1,6 miliar.

“Sedangkan target fee based income dari Equity belum ditetapkan apakah target tersebut disamakan dengan target Sinarmas yakni Rp7 miliar per tahun,” imbuhnya.

Menurut Direktur Marketing PT Equity Life Indonesia, Tania Chandra, pertumbuhan bancassurance dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat rerata 15% per tahun. Sementara itu, penjualan asuransi melalui agensi, ritel dan komunitas, pertumbuhannya tidak sebesar bancassurance.

“Secara keseluruhan pembelian asuransi semuanya growing, tetapi kami melihat dalam 4 tahun terakhir pembelian asuransi jiwa mulai beralih ke bank. Sekarang orang mau beli asuransi bukan ke agensi tetapi pergi ke bank,” jelasnya

KEJAR PREMI

Lebih lanjut, manajemen PT Equity Life Indonesia menggandeng Bank Jatim dalam menawarkan produk bancassurance sebagai bagian dari upaya mengejar premi tahun ini sebesar Rp800 miliar.

Tania mengatakan hingga saat ini kerja sama bancassurance Equity sudah dilakukan dengan 8 bank, sebanyak 4 bank di antaranya merupakan BPD.

“Kerja sama dengan Bank Jatim sebagai bank regional ini merupakan langkah kita untuk masuk ke Jatim karena lebih tahu kebutuhan asuransi yang diperlukan nasabahnya,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini kontribusi perolehan premi asuransi Equity dari produk bancassurance sekitar 15%. Melalui kerja sama dengan sejumlah bank, diharapkan kontribusi bancassurance bisa meningkat menjadi 30%.

Menurut Tania, pertumbuhan bancassurance dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat rerata 15% per tahun, sedangkan asuransi melalui agensi, ritel dan komunitas, pertumbuhannya tidak sebesar bancassurance.

Editor: Roni Yunianto

Berita Terkini Lainnya