BPJS Ketenagakerjaan Data Kepesertaan Korban Lion Air

Oleh: Newswire 30 Oktober 2018 | 00:54 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Data Kepesertaan Korban Lion Air
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Agus Susanto (kiri), bersama Direktur M Krishna Syarif meninjau layanan Care Contact Center, selepas peresmiannya, di Jakarta, Rabu (18/10)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, BOGOR - Direktur Umum dan SDM Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS -TK) Naufal Mahfud meninjau lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, untuk mendata korban yang menjadi peserta BPJS-TK.

"Kami juga memastikan nasib salah satu karyawan yang ikut menjadi korban," kata Naufal saat dihubungi Antara, Senin malam.

Naufal menyebutkan salah satu karyawannya yakni Kepala Cabang BPJS TK Pangkal Pinang atas nama Fais Saleh Harharah yang ikut menjadi korban bersama 189 penumpang pesawat Boeing B-737-8 MAX lainnya.

Baca juga: SAR libatkan kapal sonar deteksi titik jatuh pesawat

Ia mengatakan Fais menumpang pesawat naas tersebut berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. "Ia berangkat pagi tadi dari Jakarta menuju Pangkal Pinang." 

Sementara itu, upaya pendataan para penumpang dan awak pesawat Lion Air JT 610 yang menjadi anggota BPJS TK mulai dilakukan. Pendataan dilakukan dengan pemeriksaan silang antara data di BPJS TK dengan data manifest penumpang Lion Air JT 610.

"Kami lakukan `cross check` data di BPJS-TK dengan data manifest dan data dari perusahaan yang karyawannya ada dalam pesawat tersebut," kata Naufal.

Menurut dia para awak pesawat dan penumpang yang menjadi peserta BPJS TK akan mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sesuai dengan haknya.

"Pendataan masih kami lakukan, termasuk mengecek silang data yang ada di lapangan," kata Naufal.

Pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB. Pesawat tersebut diketahui jatuh menghujam di perairan di wilayah Karawang.

Sebanyak 189 penumpang berada di pesawat yang baru dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 itu. Selain orang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi, masuk dalam penerbangan itu, termasuk tiga pramugri training dan satu teknisi.

Sumber : Antara

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya